Ignasius Jonan Dipanggil Prabowo ke Istana Bahas Polemik Utang Whoosh

- Jurnalis

Senin, 3 November 2025 - 21:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eks Menhub Ignasius Jonan dipanggil menghadap Prabowo ke Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (3/11) di tengah polemik utang proyek kereta cepat Whoosh.

Eks Menhub Ignasius Jonan dipanggil menghadap Prabowo ke Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (3/11) di tengah polemik utang proyek kereta cepat Whoosh.

Infobandungnews.com – Mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dipanggil Presiden RI Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (3/11), di tengah mencuatnya isu terkait utang proyek kereta cepat Whoosh.

Jonan tiba di kompleks istana sekitar pukul 15.34 WIB. Ia tampak mengenakan setelan jas lengkap sambil membawa tas kerja.

Mantan Direktur Utama PT KAI periode 2009–2014 itu mengaku belum mengetahui agenda pembicaraan dengan Presiden Prabowo. Ia menegaskan kehadirannya semata-mata untuk memenuhi undangan dari Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.

“Saya tidak tahu, saya hanya diundang oleh Pak Seskab,” ujar Jonan di lingkungan Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Jonan menambahkan, undangan tersebut hanya untuk berbincang santai, tanpa agenda khusus.

“Tidak ada materi yang disiapkan, saya juga tidak tahu,” tuturnya.

Sebelum Jonan tiba, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) lebih dulu datang ke Istana. Ia menyampaikan bahwa pertemuan dengan Presiden akan membahas sejumlah isu strategis, termasuk persoalan utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh.

“Kami akan melaporkan sekaligus meminta arahan dari Bapak Presiden terkait banyak hal, termasuk mengenai proyek kereta cepat,” kata AHY.

Jonan sendiri menjabat sebagai Menteri Perhubungan pada periode 2014–2016 di era Presiden Joko Widodo. Ia kemudian digantikan oleh Budi Karya Sumadi pada Juli 2016.

Saat menjabat, Jonan dikenal cukup tegas dalam menyikapi proyek kereta cepat Whoosh. Ia menekankan pentingnya aspek keselamatan sebagai syarat mutlak sebelum proyek dijalankan.
“Keselamatan itu tidak bisa ditawar. Standarnya harus tunggal, bukan soal biaya, tetapi soal nyawa,” tegas Jonan di Istana Kepresidenan pada September 2015.

Baca Juga :  Dedi Mulyadi Gandeng Ignasius Jonan dan Susi Pudjiastutis jadi Penasihat di Jabar

Jonan menolak menilai proyek hanya dari besaran investasi yang ditawarkan oleh Jepang maupun China. Ia menyebut, perbedaan nilai proyek tidak sebanding jika menyangkut keselamatan penumpang.

“Apakah kita mau ambil risiko hanya karena tawarannya lebih murah? Ini soal keselamatan, bukan soal harga,” ujarnya.

Kala itu, Jepang dan China bersaing ketat untuk mendapatkan proyek kereta cepat dengan proposal dan nilai investasi berbeda. Jepang mengajukan penawaran senilai US$6,2 miliar dengan target kecepatan 320 km/jam dan waktu pembangunan lima tahun (2016–2021).

Sementara China mengajukan proposal senilai US$5,5 miliar dengan janji kereta berkecepatan 350 km/jam yang dapat selesai dalam dua tahun (2016–2018).

Setelah China terpilih dan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) resmi terbentuk, Jonan menetapkan sembilan syarat dalam perjanjian konsesi proyek tersebut.

Salah satu poin penting adalah larangan penggunaan dana APBN serta tidak adanya jaminan pemerintah terhadap potensi kegagalan proyek oleh KCIC. Jika sembilan ketentuan itu tidak dipenuhi, proyek tidak diizinkan untuk berlanjut.

startogel
startogel
startogel
startogel
startogel
startogel
gandatoto
gandatoto
gandatoto
gandatoto

Berita Terkait

Apa Itu Desil 9 dan 10, Kelompok Yang Dilarang Beli Pertalite?
Mulai 17 Agustus 2026, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari: Berlaku Bertahap di 41 Daerah
Dudung Ungkap Alasan Kabupaten Bandung Jadi Prioritas Sekolah Rakyat, Empat Lokasi Disiapkan
AHY Resmi Buka Karapan Sapi Piala AHY, Tegaskan Budaya Nusantara Jadi Penggerak Ekonomi dan Persatuan
Presiden Prabowo Lantik 1.204 Praja IPDN Angkatan XXXIII, Tekankan Integritas dan Pengabdian kepada Rakyat
Menteri HAM Natalius Pigai Peringatkan Bahaya Main Hakim Sendiri, Soroti Sayembara Tangkap Begal
Mendag Budi Santoso: Kolaborasi Jadi Kunci Indonesia Menuju Pusat Kakao Premium Dunia
Menteri Perdagangan RI Kunjungi Stand Simpul Cocoa Bandung di IICC 2026, Apresiasi Produk Kakao Lokal

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:32 WIB

Apa Itu Desil 9 dan 10, Kelompok Yang Dilarang Beli Pertalite?

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:01 WIB

Mulai 17 Agustus 2026, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari: Berlaku Bertahap di 41 Daerah

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:20 WIB

Dudung Ungkap Alasan Kabupaten Bandung Jadi Prioritas Sekolah Rakyat, Empat Lokasi Disiapkan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 21:10 WIB

AHY Resmi Buka Karapan Sapi Piala AHY, Tegaskan Budaya Nusantara Jadi Penggerak Ekonomi dan Persatuan

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:52 WIB

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Praja IPDN Angkatan XXXIII, Tekankan Integritas dan Pengabdian kepada Rakyat

Berita Terbaru

Bandung Raya

Pemkot Bandung Siapkan Penanaman Kembali Pohon di Jalan Riau

Sabtu, 15 Agu 2026 - 07:58 WIB