Infobandungnews – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggandeng Pemerintah Kota Bandung untuk mempercepat realisasi Bus Rapid Transit (BRT) sebagai salah satu upaya menangani persoalan kemacetan yang terjadi di wilayah Cekungan Bandung.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan, penguatan sistem transportasi tersebut berjalan beriringan dengan percepatan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Legok Nangka. Kedua sektor tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam penanganan persoalan perkotaan, khususnya transportasi dan lingkungan.
Menurut Erwan, persoalan mobilitas dan pengelolaan lingkungan di kawasan Cekungan Bandung membutuhkan sinergi lintas pemerintahan agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Saya mendorong pembangunan di sektor transportasi dan juga pembangunan infrastruktur yang langsung dirasakan masyarakat. Insyaallah kolaborasi kami, masyarakat Jabar dengan Kota Bandung, akan terus berjalan baik. Saya yakin ini akan kita wujudkan,” kata Erwan.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan bahwa kehadiran BRT diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi atas persoalan kemacetan yang selama ini terjadi di kawasan metropolitan Bandung. Sistem tersebut dirancang untuk mengintegrasikan konektivitas lima wilayah, yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang.
“Lewat BRT salah satunya, ini tantangannya besar sekali karena BRT akan menjadi solusi dari pemerintah pusat dan provinsi bagi penanganan transportasi di Cekungan Bandung,” kata Farhan.
Selain membangun sistem transportasi publik yang lebih modern dan terintegrasi, Pemkot Bandung bersama Pemprov Jabar juga terus mendorong percepatan pengelolaan sampah berbasis teknologi melalui pembangunan PSEL di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka.
Farhan menegaskan, pengembangan fasilitas tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah regional yang lebih modern dan berkelanjutan.
“Komitmen kami juga sangat kuat untuk pengelolaan sampah berteknologi modern, di mana PSEL akan kita bangun bersama-sama sesuai komitmen. Mudah-mudahan pembangunannya sejak ‘groundbreaking’ sampai sekarang berjalan terus di Legok Nangka,” katanya.









