Pemprov Jabar Evaluasi Dana Hibah Rp662 Miliar untuk Instansi Vertikal, Disesuaikan dengan Kondisi Fiskal

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews – Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mengkaji kembali alokasi dana hibah bagi sejumlah instansi vertikal yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian anggaran menyusul kondisi fiskal daerah yang saat ini mengalami tekanan.

Mengacu pada Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 46 Tahun 2025 tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2026, total dana hibah yang dialokasikan kepada lima instansi vertikal mencapai Rp662.307.848.500. Meski telah tercantum dalam APBD, realisasi anggaran tersebut kini sedang dievaluasi agar selaras dengan kemampuan keuangan daerah.

Rincian Alokasi Dana Hibah

Dari total anggaran hibah yang telah direncanakan, alokasi terbesar diberikan kepada beberapa instansi strategis, yaitu:

– Kodam III/Siliwangi: Rp319.222.222.224

– Polda Jawa Barat: Rp214.196.737.388

– Kejaksaan Tinggi Jawa Barat: Rp100 miliar

– Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU: Rp23.888.888.888

– Komite Intelijen Daerah: Rp5 miliar

Meski telah masuk dalam dokumen APBD 2026, anggaran tersebut belum seluruhnya dicairkan.

Evaluasi Dilakukan karena Tekanan Fiskal

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa peninjauan kembali dana hibah dilakukan seiring adanya tekanan fiskal dan defisit anggaran yang dihadapi pemerintah daerah. Kondisi tersebut membuat sejumlah rencana belanja harus disesuaikan.

“Lagi direvisi diperubahan anggaran sekarang ya. Dan uangnya kan belum dibelanjakan. Baru dibelanjakan setengahnya, dan setengahnya lagi masuk lagi ke kas daerah,” ujar Dedi saat diwawancarai di Gedung DPRD Jabar, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, penyaluran hibah hanya dapat dilakukan apabila kondisi keuangan daerah memenuhi asumsi yang telah ditetapkan. Namun karena realisasi pendapatan belum sesuai harapan, sebagian hibah terpaksa ditinjau kembali.

Baca Juga :  Kabar Baik Pian dan Resky Kini Bisa Sekolah Kembali Berkat Kolaborasi Disdik dan Dinsos Kota Bandung

“Karena kan keuangannya pemerintah provinsi Jawa Baratnya tidak terpenuhi. Kan kita memberikan hibah itu apabila ada asumsi terpenuhi keuangannya. Tapi faktanya kan keuangannya tidak terpenuhi, karena tidak terpenuhi ya tidak bisa dilanjutkan hibahnya,” ucapnya.

DPRD Jabar: Rasionalisasi Anggaran Sedang Berjalan

Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Yomanius Untung, membenarkan bahwa dana hibah untuk instansi vertikal memang telah dianggarkan dalam APBD 2026. Namun, bersama pemerintah provinsi, DPRD kini tengah melakukan evaluasi sebagai bagian dari proses rasionalisasi anggaran.

“Kita sedang mengevaluasi tentang hibah instansi vertikal. Jadi ada kemungkinan dirasionalisasikan karena memang kita dalam tekanan fiskal. Di samping tertekannya fiskal kita kan kita dipaksa untuk pinjam uang,” kata Yomanius.

Ia menilai kondisi fiskal saat ini mengharuskan pemerintah lebih selektif dalam menentukan prioritas penggunaan anggaran, termasuk pada pos hibah.

Efisiensi Tak Hanya Menyasar Dana Hibah

Yomanius menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran tidak hanya berlaku pada dana hibah, tetapi juga mencakup berbagai pos belanja lainnya, seperti belanja operasional maupun belanja modal. Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas keuangan daerah di tengah keterbatasan fiskal.

“Nah, karena itu ya mungkin seperti halnya belanja operasional dan belanja modal yang diefisiensikan, termasuk hibah juga diefisiensikan bahkan ada rasionalisasi begini,” ucapnya.

Berita Terkait

Bapenda Jabar Luncurkan KiosK Samsat, Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Mudah Berbasis Data Kependudukan
Biro Adpim Setda Jabar Borong Dua Penghargaan Anugerah Wiradigdaya 2026, Bukti Komitmen Tata Kelola Arsip Modern
Produktivitas Padi Organik Cianjur Meningkat, Kolaborasi Pemprov Jabar dan BI Perkuat Ketahanan Pangan
Wamen ESDM: Jawa Barat Bakal Miliki Sejumlah PSEL untuk Ubah Sampah Jadi Energi
Dedi Mulyadi Tutup Permanen 5 Pabrik Kapur di Cipatat, 500 Buruh Disiapkan Bekerja di Dinas PU
Sopir Angkot di Subang Menjerit, Penumpang Terus Menyusut, Pemprov Jabar Siapkan Reformasi Transportasi
Yusril Ingatkan Sayembara Tangkap Begal Berpotensi Memicu Aksi Main Hakim Sendiri
Pemprov Jabar Tak Jadi Investor Tunggal BRT Bandung Raya, Dedi Mulyadi Utamakan Pemerataan Pembangunan

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:33 WIB

Pemprov Jabar Evaluasi Dana Hibah Rp662 Miliar untuk Instansi Vertikal, Disesuaikan dengan Kondisi Fiskal

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:46 WIB

Bapenda Jabar Luncurkan KiosK Samsat, Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Mudah Berbasis Data Kependudukan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Produktivitas Padi Organik Cianjur Meningkat, Kolaborasi Pemprov Jabar dan BI Perkuat Ketahanan Pangan

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:49 WIB

Wamen ESDM: Jawa Barat Bakal Miliki Sejumlah PSEL untuk Ubah Sampah Jadi Energi

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:22 WIB

Dedi Mulyadi Tutup Permanen 5 Pabrik Kapur di Cipatat, 500 Buruh Disiapkan Bekerja di Dinas PU

Berita Terbaru