Infobandungnews – BALEENDAH – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung terus memperkuat kualitas sumber daya manusia dengan menggelar Kursus Kehumasan dan Keprotokolan Angkatan XII. Kegiatan yang diselenggarakan Bidang Humas dan Media Informatika tersebut berlangsung selama empat hari, mulai 23–26 Juli 2026, di Bumi Perkemahan (Buper) Gentong Bedas, Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.
Pelatihan yang dilaksanakan oleh Pusdiklatcab Parahyangan Kabupaten Bandung bekerja sama dengan Satuan Pelaksana Protokol (Satlak Protokol) Kwarcab Kabupaten Bandung ini diikuti oleh 22 Pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai gugus depan dan kwartir di Kabupaten Bandung.
Pembukaan kegiatan dihadiri Sekretaris II Kwarcab Kabupaten Bandung Tatan Munandar, S.Pd., M.M., Wakil Kepala Pusdiklatcab Parahyangan sekaligus Kepala Pimpinan Kursus Acep Mansyur, M.Pd., Pelatih Pusdiklatcab Indra Septianto Herlambang, Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Kabupaten Bandung M. Fikri, serta Kepala Satlak Protokol Kwarcab Kabupaten Bandung Farida Yaniarti.
Pembukaan kursus ditandai dengan penyerahan Pataka Kursus dari Sekretaris II Kwarcab kepada Kepala Pimpinan Kursus sebagai simbol dimulainya proses pendidikan dan pelatihan.
Selama empat hari, peserta dibekali berbagai materi mengenai kehumasan dan keprotokolan yang dipadukan dengan praktik lapangan. Metode pembelajaran dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam mengelola kegiatan resmi organisasi.

Sekretaris II Kwarcab Kabupaten Bandung, Tatan Munandar, menegaskan bahwa fungsi kehumasan dan keprotokolan memiliki peran penting dalam membangun citra organisasi di tengah masyarakat.
Menurutnya, Gerakan Pramuka membutuhkan kader yang mampu mengelola komunikasi organisasi secara profesional, memberikan pelayanan keprotokolan yang baik, serta menyampaikan informasi secara cepat, akurat, dan bertanggung jawab.
“Kursus ini menjadi investasi jangka panjang untuk menyiapkan kader-kader muda yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kepramukaan. Kami berharap para peserta dapat menjadi motor penggerak kehumasan dan keprotokolan di kwartir maupun gugus depannya masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pimpinan Kursus, Acep Mansyur, menjelaskan bahwa pelatihan lebih menitikberatkan pada kemampuan praktik yang dibutuhkan di lapangan.
Peserta mengikuti berbagai simulasi, mulai dari penyusunan tata acara, teknik keprotokolan, pelayanan tamu, menjadi pembawa acara (MC), hingga pengelolaan komunikasi publik dan media organisasi.
“Keahlian di bidang kehumasan dan keprotokolan tidak cukup dipelajari melalui teori. Karena itu peserta diberikan kesempatan untuk berlatih secara langsung agar memiliki keterampilan yang siap diterapkan dalam setiap kegiatan Gerakan Pramuka,” jelasnya.

Di sela kegiatan, Kepala Bagian Pengembangan Kurikulum dan Fasilitasi Pelatihan Pusdiklatcab Parahyangan Kabupaten Bandung, Dadi Barkah, turut melakukan peninjauan guna memastikan pelaksanaan kursus berjalan sesuai kurikulum, metode pembelajaran efektif, serta menghasilkan lulusan yang kompeten.
Melalui penyelenggaraan Kursus Kehumasan dan Keprotokolan Angkatan XII, Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung berharap lahir kader-kader humas, protokol, pembawa acara, serta pengelola media organisasi yang profesional. Kehadiran sumber daya manusia yang kompeten tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola organisasi sekaligus memperkuat citra positif Gerakan Pramuka di tengah masyarakat.***









