Nasib Miris Petani Kopi Cilengkrang, Dede Yusuf Sampaikan Hal Ini

- Jurnalis

Jumat, 3 Mei 2024 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dede Yusuf saat menikmati kopi khas Cilaja di Desa Girimekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung.

Dede Yusuf saat menikmati kopi khas Cilaja di Desa Girimekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung.

Infobandungnews.com–  Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf Macan Effendi bertemu para petani kopi. Hal itu dilakukan dalam rangka reses anggota DPR di daerah pemilihan.

Dede Yusuf menyapa dan bertemu para petani kopi di Laja House Coffee & Noodles, Desa Girimekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung (27/4/2024).

Turut hadir Dr M Hailuki, tenaga ahli Komisi X DPR sekaligus ketua Imah Rancage, rumah aspirasi Dede Yusuf di dapil Jabar II. Kemudian, praktisi dan ahli perkopian Saeful Bachri.

“Masalah utama petani kopi di sini adalah kelangkaan pupuk subsidi dan pasca panen. Pas menanam harga tinggi, begitu panen harga jatuh,” ujar seorang perwakilan petani kopi.

Harga kopi di kebun saat ini Rp 8 ribu per kilogram. Hasil roasting, berupa kopi bubuk siap seduh dijual Rp 120-150 ribu per kilogram.

“Satu pohon menghasilkan 1,5 sampai dua kilogram biji chrerry. Kopi hasil petik di pohon yang warna merah. Masalahnya terkadang hanya satu kali panen,” kata petani kopi yang lain.

Dede Yusuf mengaku sebagai pengopi sejati. Sehari terkadang 3-4 cangkir. Kopi yang dinikmati paling enak adalah hasil produksi petani di Jawa Barat.

“Jabar adalah penghasil kopi terbesar di Indonesia. Dan Kabupaten Bandung adalah surga kopi di Indonesia,” tegasnya.

Ada kopi Pangalengan, Cimaung, Ciwidey, Puntang, Manglayang, Arjasari, Cilaja, dan banyak lagi. “Kopi Puntang malah jadi salah satu kopi terbaik di dunia,” ucap doktor Administrasi Publik jebolan Unpad ini.

Saat jadi wakil gubernur, papar Dede Yusuf, Pemprov pernah mendeklarasikan nama khas kopi asal Jawa Barat. Yakni Java Preanger Coffee.

“Selama ini di dunia hanya mengenal istilah Java Coffee. Kita sekarang beri nama Java Preanger Coffee,” kata Dede.

Kehebatan kopi di Jabar, khususnya di Kabupaten Bandung, tidak sebanding dengan tingkat kesejahteraan para petaninya. “Kalau hanya jual biji chrerry, petani hanya punya penghasilan 1,1 juta per bulan. Ini memprihatinkan,” katanya.

Kalau dirata-ratakan, pendapatan petani kurang dari Rp 40 ribu per hari. “Pemda harus ambil peran, bagaimana petani bisa menjual jadi biji kopi siap roasting. Dengan begitu tidak Rp 8 ribu per kilogram lagi. Tapi bisa di atas seratus ribu,” ungkap Dede Yusuf. (Adg006)

 

Berita Terkait

Pemekaran Kabupaten Garut: Pisahkan 42 Kecamatan jadi 2 DOB dan 1 Daerah Induk, Kamu Masuk Wilayah yang Mana?
Dede Yusuf: Demokrat Sepakat Ali Syakieb Jadi Cawabup Dampingi Kang DS di Pilbup Bandung
Gerindra Resmi Deklarasi Adhitia Yudisthira Maju di Pilwalkot Cimahi
“Alus Pisan” Koalisi Golkar, PKS dan PDIP Untuk Pilkada Kabupaten Bandung
Ciptakan Generasi Muda Tangguh, Disiplin dan Berprestasi Melalui Invitasi Bola Basket Kapolresta Bandung Cup
Tercatat 7,1 Juta Wisatawan ke Destinasi, Berapa Pajak yang Diperoleh Kab Bandung?
Kepsek SMAN 10 Kota Bandung Jadi Tersangka Korupsi Dana BOS
Saeful Bachri Membuka Kursus Mahir Dasar Kwaran Majalaya
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juli 2024 - 12:16 WIB

Pemekaran Kabupaten Garut: Pisahkan 42 Kecamatan jadi 2 DOB dan 1 Daerah Induk, Kamu Masuk Wilayah yang Mana?

Rabu, 17 Juli 2024 - 17:55 WIB

Dede Yusuf: Demokrat Sepakat Ali Syakieb Jadi Cawabup Dampingi Kang DS di Pilbup Bandung

Sabtu, 13 Juli 2024 - 17:38 WIB

Gerindra Resmi Deklarasi Adhitia Yudisthira Maju di Pilwalkot Cimahi

Selasa, 9 Juli 2024 - 09:04 WIB

“Alus Pisan” Koalisi Golkar, PKS dan PDIP Untuk Pilkada Kabupaten Bandung

Rabu, 3 Juli 2024 - 00:16 WIB

Ciptakan Generasi Muda Tangguh, Disiplin dan Berprestasi Melalui Invitasi Bola Basket Kapolresta Bandung Cup

Berita Terbaru

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan, guru honorer yang kena cleansing atau diberhentikan ialah mereka yang diangkat oleh kepala sekolah tanpa aturan yang sesuai. (foto- merdeka.com)

Pendidikan

Ratusan Guru Honorer di Jakarta Dipecat Mendadak, Kok Bisa?

Rabu, 17 Jul 2024 - 18:30 WIB