Menteri Perumahan Semprot Pejabat di Bandung soal Rutilahu: Sudah Jangan Banyak Omong Lagi Kamu!

- Jurnalis

Kamis, 5 Juni 2025 - 10:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Indonesia, Maruarar Sirait, menegur keras Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa II, Mulya Permana, saat meninjau program renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu) di Gang Mukami, Kelurahan Jamika, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, Rabu (4/6/2025).

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka evaluasi Program Bebenah Kampung, yang merupakan kolaborasi antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (KemenPKP), Yayasan Buddha Tzu Chi, Pemerintah Kota Bandung, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Saat meninjau salah satu rumah yang sedang diproses renovasinya, Maruarar atau yang akrab disapa Ara mempertanyakan status kelayakan rumah tersebut. Namun, Mulya Permana tidak mampu menjawab dengan meyakinkan, sehingga memicu ketegangan.

“Kriterianya pilih yang tidak layak huni dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), jangan orang kaya yang dapat. Tidak adil, itu tidak benar. Saya tidak mau dengar, jangan sampai orang kaya menengah dapat sementara orang miskin enggak dapat,” kata Ara.

Untuk memastikan kondisi sebenarnya, Ara mengajak Mulya Permana bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, Sekda Provinsi Jawa Barat, serta perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi ke salah satu rumah lainnya yang akan direnovasi. Rumah tersebut ternyata terkunci, dan bagian depannya tampak masih layak huni.

Baca Juga :  Kapolresta Bandung Kusworo Serahkan Kunci Rumah Layak Huni

“Jangan muter-muter, Bapak sudah lihat ke lapangan belum? Kalau sudah, jawab pertanyaan saya dengan jelas,” ujar Ara. Ara terlihat geram saat Mulya menjawab pertanyaan secara berbelit-belit dan belum pernah masuk ke dalam rumah yang dimaksud.

“Sudah jangan banyak omong lagi kamu, berarti Bapak tidak pernah ngecek ke lapangan,” ucap Ara. “Saya sportif saja, Bapak Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa II, Bapak mengatakan rumah ini tidak layak huni, padahal belum masuk ke dalam, belum ketemu sama orangnya.

Bapak besok-besok harus lebih sering cek ke lapangan, ketemu orangnya, main ke dalam. Ini saya kasih peringatan keras ya. Saya saja cek lapangan, apalagi Bapak,” tuturnya.

Setelah rumah berhasil dibuka, Ara menilai kondisi dalam rumah memang perlu direnovasi.

“Memang di luar masih layak dan di bawah masih lumayan bagus. Tapi begitu ke lantai atas ternyata banyak bocor, banyak yang jebol, tidak ada pencahayaan. Maka saya simpulkan rumah tadi harus direnovasi,” akunya.

 

 

 

Berita Terkait

Presiden Prabowo Putuskan Cabut 4 IUP Nikel di Raja Ampat
Gelar Reses Masa Sidang II Tahun 2024 -2025, Saeful Bachri Tampung Aspirasi Warga Ciparay
Pegawai Pemda prov Ngantor Lebih Pagi, Dedi Mulyadi: Bukan Cari Sensasi
Dede Yusuf Ingin Perkuat DPRD Lewat Data Ombudsman
DPUTR Kab Bandung Sosialisasikan Persetujuan Bangunan Gedung dan Tata Ruang
Saeful Bachri, Aktor Penggerak Suara Demokrat Kabupaten Bandung
Dede Yusuf Santuni Keluarga KPPS Yang Meninggal
Era Industri 4.0 Butuh Generasi Muda Dengan Inovasi GILA (Gagasan Ide Langsung Aksi)

Berita Terkait

Selasa, 10 Juni 2025 - 12:45 WIB

Presiden Prabowo Putuskan Cabut 4 IUP Nikel di Raja Ampat

Kamis, 5 Juni 2025 - 10:21 WIB

Menteri Perumahan Semprot Pejabat di Bandung soal Rutilahu: Sudah Jangan Banyak Omong Lagi Kamu!

Selasa, 4 Maret 2025 - 23:37 WIB

Gelar Reses Masa Sidang II Tahun 2024 -2025, Saeful Bachri Tampung Aspirasi Warga Ciparay

Senin, 3 Maret 2025 - 10:31 WIB

Pegawai Pemda prov Ngantor Lebih Pagi, Dedi Mulyadi: Bukan Cari Sensasi

Minggu, 12 Januari 2025 - 15:28 WIB

Dede Yusuf Ingin Perkuat DPRD Lewat Data Ombudsman

Berita Terbaru