Infobandungnews – CIANJUR – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 yang mengguncang Kabupaten Cianjur pada Senin, 21 November 2022, meninggalkan duka mendalam. Berdasarkan data BPBD Jawa Barat, bencana tersebut mengakibatkan 268 orang meninggal dunia serta menyebabkan ribuan bangunan, termasuk rumah warga, mengalami kerusakan akibat guncangan yang terjadi pada siang hari.
Sebagian besar korban merupakan anak-anak. Selain kehilangan tempat tinggal, banyak keluarga juga harus menghadapi kenyataan pahit karena kehilangan orang-orang tercinta.
Latifah Kehilangan Kedua Orang Tuanya
Di tengah duka tersebut, muncul kisah mengharukan seorang siswi kelas 2 SD bernama Latifah. Bocah itu harus menerima kenyataan pahit setelah kedua orang tuanya meninggal dunia akibat gempa yang melanda Cianjur.
Informasi tersebut disampaikan oleh relawan asal Bandung, Ustadz Salman Al Afghani, yang bertemu langsung dengan Latifah saat melakukan kegiatan kemanusiaan di lokasi bencana.
“Qadarrullah saya dipertemukan dengan Latifah, siswa kelas 2 SD yang ditinggal ibu dan bapaknya meninggal dunia karena gempa bumi,” ujar Ustadz Salman dalam video yang diterima redaksi Infobandungnews, Kamis (24/11/2022).
Menurutnya, meski kehilangan kedua orang tua, Latifah tetap menunjukkan ketabahan yang luar biasa.
Tawaran Melanjutkan Pendidikan di Pondok Pesantren
Ustadz Salman menyampaikan keyakinannya bahwa Allah SWT akan menghadirkan banyak orang baik yang akan menyayangi dan mendampingi perjalanan hidup Latifah.
“Insyaallah Allah SWT akan memberikan pengganti orang-orang yang menyayangi Latifah, bahkan lebih dari bapak dan ibunya,” tuturnya.
Sebagai bentuk kepedulian, Ustadz Salman juga menawarkan kesempatan bagi Latifah untuk melanjutkan pendidikan di pondok pesantren yang dikelolanya di Baleendah, Kabupaten Bandung, apabila mendapat persetujuan dari keluarga.
“Jika berkenan dan diizinkan, anak tersebut akan saya sekolahkan di pondok pesantren milik saya di Baleendah, Kabupaten Bandung,” katanya.
Sebelum meninggalkan lokasi, ia juga menitipkan pesan kepada warga yang mendampingi Latifah agar segera menghubunginya apabila sewaktu-waktu diperlukan bantuan.
Tetap Tegar di Tengah Musibah
Bagi Ustadz Salman, ketabahan Latifah menjadi gambaran kekuatan seorang anak dalam menghadapi ujian berat.
Ia berharap Latifah dapat tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan mampu meraih masa depan yang lebih baik meski harus melewati kehilangan yang begitu besar.
Saat itu, Latifah diketahui berada bersama para penyintas lainnya di Posko Darurat Bencana Kampung Garogol Kulon, Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.









