Cuaca Ekstrem Berdampak Signifikan Terhadap Pelayanan Air Bersih Perumda Tirta Raharja

- Jurnalis

Selasa, 20 Mei 2025 - 16:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews.com – SOREANG – Cuaca ekstrem yang belakangan sering terjadi ternyata berdampak sangat signifikan terhadap pelayanan air bersih di Perumda Air Minum Tirta Raharja.

Iklim yang tidak menentu dan cuaca buruk yang seringkali tiba-tiba terjadi tentu menjadi tantangan yang cukup berat, terutama kondisi alam tersebut biasanya berdampak pada jaringan distribusi air bersih.

Supervisor Humas Perumda Air Minum Tirta Raharja, Harry Faizal menjelaskan bahwa cuaca buruk yang terjadi seringkali mengakibatkan longsor di beberapa wilayah terutama di Kabupaten Bandung, hal itu mengakibatkan jaringan perpipaan yang memang terdapat di dataran tinggi dan wilayah tebing menjadi rusak.

“Terakhir kali mengalami longsor di struktur tanah yang mengakibatkan kebocoran 3 titik di pipa transmisi air baku, hal itu berdampak pada pengaliran ke wilayah 1 Soreang dan wilayah 2 Banjaran,” jelas Harry kepada infobandungnews.com melalui sambungan telepon, Selasa (20 Mei 2025).

Jika terjadi kerusakan seperti itu, tentu saja pihak Perumda Air Minum Tirta Raharja segera bergerak cepat melakukan perbaikan terhadap pipa transmisi agar distribusi air tidak terlalu lama terhambat.

Selain itu, lanjut Harry, pihaknya juga berupaya dalam menjaga pelayanan kepada pelanggan dengan memberikan suplai air bersih melalui armada tangki.

Bantuan suplai air bersih melalui armada tangki ini biasanya diberikan ke wilayah yang distribusi airnya terhambat akibat perbaikan atau pemeliharaan jaringan sesuai dengan permintaan pelanggan.

“Bantuan tangki air bersih ini memang insiatif dari kami sebagai bentuk pelayanan prima, namun disesuaikan juga dengan permintaan pelanggan, jumlahnya memang dibatasi tetapi kami biasanya kami mengirimkan bantuan setiap hari selama distribusi air bersih masih terhambat atau selama proses perbaikan,” papar Harry.

Lebih jauh, Harry memaparkan bahwa setiap wilayah pelayanan Perumda Air Minum Tirta Raharja memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga jenis gangguan yang dihadapi juga bermacam-macam.

Ia mencontohkan, di wilayah 4 Cimahi gangguan yang terjadi identik saat musim kemarau, penyebabnya, pihaknya kekurangan suplai air baku sehingga membutuhkan debit air yang cukup besar, berbeda dengan wilayah 3 Ciparay yang sering mengalami gangguan apabila musim hujan karena tingginya NTU (Nephelometric Turbidity Unit) karena di musim hujan sering terjadi banjir bandang.

Baca Juga :  Pembangunan Pipanisasi SPAM ditolak, Perumda Tirta Raharja Gelar Pertemuan Dengan Paguyuban Rahayu

“Tapi, untuk level air yang masuk ke reservoar itu sudah ada alat teknis yang telah terintegrasi dengan sistem yang akan mengontrol masuknya air sehingga tidak akan melebihi daya tampung,” jelasnya.

Pihak Perumda Air Minum Tirta Raharja juga terus berupaya agar distribusi air bersih kepada pelanggan tidak terhambat dengan senantiasa melaksanakan pemeliharaan jaringan distribusi.

Upaya Perumda Air Minum Tirta Raharja terus mendistribusikan air bersih kepada pelanggan

“Biasanya pemeliharaan dilaksanakan apabila dalam satu area tertentu mendapatkan suplai air berkurang maka dari itu perlu adanya perehaban atau pemeliharaan jaringan pipa atau diganti pipanya sesuai kebutuhan dan jumlah sambungan rumah,” ungkapnya.

Waktu yang dibutuhkan untuk pemeliharaan atau perbaikan jaringan distribusi tergantung kondisi dilapangan. Maksudnya, seperti normalisasi terhadap dampak kerusakan pipa dikembalikan menjadi seperti semula tekanannya.

Harry mencontohkan lagi, kejadian adanya kebocoran pipa di jalan Kopo untuk pendistribusian wilayah Katapang sampai dengan Margaasih itu terdapat 2 titik kebocoran pipa diameter 200 mm, yang membutuhkan waktu tiga sampai empat hari untuk distribusi air bersih kembali normal.

“Dalam hal ini, waktu yang dibutuhkan itu sekitar dua hari normalnya, namun karena harus secara intens normalisasi ke setiap pelanggannya karena dengan dinamika struktur tanah yang berbeda ada yang tinggi dan ada yang rendah sehingga membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama,” paparnya.

Harry meminta kepada para pelanggan untuk bisa pro aktif melalui saluran resmi seperti sosial media atau nomor WhatsApp layanan pelanggan jika mengalami gangguan distribusi air sehingga pihak perusahaan juga bisa dengan cepat merespon setiap keluhan pelanggan. (Ver-IBN009)

Berita Terkait

Satpol PP Bandung Tertibkan 645 Bangunan Liar Selama 2026, Penataan Kota Terus Diperkuat
Hari Pertama Jam Masuk Sekolah 06.30 WIB, Bupati Garut Pantau Langsung Pelaksanaannya
Enam Maskapai Ajukan Operasi di Bandara Husein, Rute Internasional Bandung Siap Kembali Dibuka
Jembatan Dago Diperbaiki, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Pembangunan Baru
Dishub Bandung Pastikan Penataan Kawasan Selaras dengan Jalur BRT, Pembangunan Gapura Harus Penuhi Standar
911 Anggota BPD Kabupaten Bandung Resmi Dilantik, Bupati Titip Penguatan Ketahanan Pangan hingga Program MBG
Agus Cahya Siap Kawal Aspirasi 44 Ribu Warga Desa Rancamanyar sebagai Ketua BPD
PERSIB Kelola 65 Ton Sampah di GBLA, Bukti Komitmen Wujudkan Stadion Ramah Lingkungan

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:47 WIB

Satpol PP Bandung Tertibkan 645 Bangunan Liar Selama 2026, Penataan Kota Terus Diperkuat

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:33 WIB

Hari Pertama Jam Masuk Sekolah 06.30 WIB, Bupati Garut Pantau Langsung Pelaksanaannya

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:17 WIB

Enam Maskapai Ajukan Operasi di Bandara Husein, Rute Internasional Bandung Siap Kembali Dibuka

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Jembatan Dago Diperbaiki, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Pembangunan Baru

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Dishub Bandung Pastikan Penataan Kawasan Selaras dengan Jalur BRT, Pembangunan Gapura Harus Penuhi Standar

Berita Terbaru