Gerakan Tanam Kakao Serentak, Upaya Hidupkan Kembali Komoditas Cokelat di Kabupaten Bandung

- Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026 - 07:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews.com – Komoditas kakao atau cokelat kini mulai jarang mendapat perhatian di Jawa Barat. Padahal, para petani sebelumnya tidak banyak menyadari bahwa ketika tanaman kakao sudah berproduksi, hasilnya sangat dibutuhkan, tidak hanya oleh industri makanan dan minuman dalam negeri, tetapi juga memiliki pasar hingga ke tingkat internasional.

Minat terhadap kakao pun tidak terbatas pada kalangan usia dewasa seperti halnya kopi. Produk berbahan dasar kakao justru memiliki cakupan konsumen yang jauh lebih luas, mulai dari balita hingga orang dewasa di berbagai belahan dunia. Hal ini menjadikan kakao sebagai komoditas yang dinilai memiliki prospek lebih menjanjikan dibandingkan kopi.

Melihat potensi tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Demokrat, H. Saeful Bachri, S.H., M.A.P., menunjukkan komitmennya untuk mendorong pengembangan tanaman kakao di Jawa Barat, khususnya di wilayah Kabupaten Bandung.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah mengajak para petani untuk kembali menggiatkan budidaya kakao. Hal ini disampaikan Saeful Bachri, yang juga merupakan Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, saat ditemui pada kegiatan Gerakan Tanam Kakao dan Kelapa Serentak (Gertakk) di Pondok Pesantren Al Muchlis, Desa Nagrak, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung yang dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia Zulkifli Hasan dan Bupati Bandung Dadang Supriatna, Kamis (22/01/2026).

Saeful Bachri bersam Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia Zulkifli Hasan dan Bupati Bandung Dadang Supriatna. Cangkuang Kamis (22/1/2026)

Menurut Saeful Bachri, permintaan kakao di pasar global saat ini tergolong sangat tinggi. Selain itu, kondisi iklim di Kabupaten Bandung dinilai cukup ideal untuk pengembangan perkebunan kakao secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Saeful Bachri Dorong Gerakan Pramuka Sebagai Motor Dalam Membangun Desa Wisata

“Kakao memiliki nilai ekonomi yang cukup besar. Tidak menutup kemungkinan Kabupaten Bandung dapat menjadi salah satu sentra pengembangan kakao. Jika sebelumnya kopi menjadi komoditas unggulan, maka kakao dapat menjadi alternatif dengan potensi ekonomi yang tak kalah menjanjikan,” ungkapnya.

Tingginya kebutuhan pasar dunia terhadap kakao dinilai sebagai peluang strategis bagi daerah penghasil bahan baku cokelat. Saeful Bachri juga menyoroti fakta bahwa hingga kini, bahan baku untuk pabrik cokelat terbesar di kawasan Asia Pasifik masih didatangkan dari luar Jawa Barat, meskipun pabrik tersebut berlokasi di Kabupaten Bandung.

Selain bernilai ekonomis tinggi, tanaman kakao juga memiliki fungsi konservasi lingkungan. Dengan karakteristik yang mampu tumbuh optimal di lahan dengan ketinggian di bawah 1.000 meter, atau sekitar 700 meter di atas permukaan laut, kakao dinilai cocok dikembangkan di berbagai wilayah Jawa Barat.

Saeful Bachri bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ina Dewi Kania dan Kepala Bidang Pertanian Ria Heriawati saat penanaman bibit kakao serentak di Ponpes Al Muchlis Nagrak Cangkuang Kabupaten Bandung. (22/1/2026)

Saeful Bachri berharap, melalui gerakan tanam kakao serentak ini, kakao dapat kembali bangkit sebagai salah satu komoditas unggulan Kabupaten Bandung seperti pada masa lalu, sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan.

“Tanaman kakao sangat mendukung aspek konservasi dan ekonomi karena dapat tumbuh di lahan dengan ketinggian di bawah 1.000 meter,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya ingin menjadikan kakao sebagai primadona baru selain kopi. Pada tahun 2026, ditargetkan sekitar 80.000 hingga 100.000 pohon kakao akan ditanam di wilayah Kabupaten Bandung dan beberapa daerah lain di Jawa Barat.

Berita Terkait

Dari Rampak Kendang Hingga Gotong Royong, Saeful Bachri Sapa Warga di RW 12 Baleendah
Masjid Tempat Pemulasaraan Kanaya Whu Bakal Dipugar dan Berganti Nama Menjadi Tajug Kanaya
AHY MACAN CUP 2026 Digelar, Dede Yusuf Dorong Lahirnya Atlet Voli Putri Berprestasi
Pemprov Jabar Kirim 100 Orang Kafilah untuk Ikuti MTQ Nasional XXXI 2026
Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
SADA JABAR Jadi Basis Data Terpadu Jabar, Pemerintah Dorong Pelayanan Lebih Tepat Sasaran
Pemprov Minta Pemkab dan Pemkot Segera Tindaklanjuti Keluhan Data DTSEN
Lapangan Gasibu Ditutup Sementara Mulai 1 September 2026, Revitalisasi Ditargetkan Rampung Awal 2027

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 14:03 WIB

Dari Rampak Kendang Hingga Gotong Royong, Saeful Bachri Sapa Warga di RW 12 Baleendah

Senin, 14 September 2026 - 13:50 WIB

Masjid Tempat Pemulasaraan Kanaya Whu Bakal Dipugar dan Berganti Nama Menjadi Tajug Kanaya

Minggu, 13 September 2026 - 09:04 WIB

AHY MACAN CUP 2026 Digelar, Dede Yusuf Dorong Lahirnya Atlet Voli Putri Berprestasi

Jumat, 11 September 2026 - 15:46 WIB

Pemprov Jabar Kirim 100 Orang Kafilah untuk Ikuti MTQ Nasional XXXI 2026

Kamis, 10 September 2026 - 10:42 WIB

Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM

Berita Terbaru