Wagub Uu Ruzhanul Apresiasi SLB Negeri Citeureup Cimahi

- Jurnalis

Selasa, 21 Februari 2023 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meninjau kelas dan laboratorium di SLB Negeri Citeureup, Kota Cimahi,  Ia mengapresiasi dan merasa bangga terkait prestasi dan keahlian yang dimiliki peserta didik di SLB Negeri Citeureup. Rabu (15/2/2023).

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meninjau kelas dan laboratorium di SLB Negeri Citeureup, Kota Cimahi, Ia mengapresiasi dan merasa bangga terkait prestasi dan keahlian yang dimiliki peserta didik di SLB Negeri Citeureup. Rabu (15/2/2023).

Infobandungnews– Kota Cimahi. Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meninjau kelas dan laboratorium di SLB Negeri Citeureup, Kota Cimahi, Rabu (15/2/2023).

Ia mengapresiasi dan merasa bangga terkait prestasi dan keahlian yang dimiliki peserta didik di SLB Negeri Citeureup.

“Saya hadir ke sini sebagai bukti bahwa Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat tidak membedakan mana SLB mana SMA. Semua memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan karena itu adalah kewajiban kami,” ungkap Wagub Uu Ruzhanul.

“Dan saya merasa bangga mereka belajar di sini. Ada yang bisa bongkar motor, baca Qur’an, juga kemampuan-kemampuan yang lain sebagai bekal mereka di masa datang,” imbuhnya.

Ia menuturkan pula, para siswa di SLB tak hanya diberikan pendidikan yang bersifat duniawi, melainkan juga sesuai dengan visi Jabar Juara Lahir dan Batin, mereka mendapat pendidikan yang bersifat ukhrawi seperti tahfiz Qur’an.

Oleh karena itu, diharapkan pada masyarakat yang memiliki keluarga atau anak difabel untuk selalu didorong mau belajar dalam meningkatkan potensi karena menurutnya, sekalipun sebagai difabel harus memiliki kemandirian dan keahlian.

“Bagi masyarakat yang memiliki keluarga yang difabel tolong jangan dibiarkan di rumah, apalagi sampai disembunyikan karena malu, tetapi harus disuruh belajar,” tuturnya.

“Kita sebagai orangtua akan meninggal, di saat ada kita mereka terurus bisa terpenuhi kebutuhannya. Tapi di saat kita tidak ada sementara mereka tidak memiliki kemampuan, maka akan menjadi beban,” ujar Uu.

Oleh karena itu, selagi orangtua dan keluarga masih ada, mereka supaya diberi semangat dalam menggali kemampuan dan keahlian, salah satunya dengan dimasukkan ke SLB, insya Allah kehadirannya akan bermanfaat.

“Harapan kami, mereka yang difabel bisa keluar dari sini tidak menjadi beban keluarga, pemerintah, dan masyarakat karena mereka memiliki kemampuan yang ujung-ujungnya bisa mendapatkan pekerjaan dan rezeki dari kegiatannya sendiri. Itu yang kita harapkan,” pungkasnya.

Yg-IBN 001

Berita Terkait

KPK Geledah Kantor Pengelola Kota Baru Parahyangan, Telusuri Dugaan Penyimpangan HGB
Data Center AI Jatiluhur Disorot DPRD Jabar, Kebutuhan Air Jadi Perhatian
Proyek Data Center AI Jatiluhur Dihentikan Sementara, Izin dan Kebutuhan Air Jadi Sorotan
Petani Milenial Sumedang Buktikan Pertanian Bisa Jadi Ladang Usaha Produktif
Boni Anggara Dorong Mahasiswa UMB Ubah Karya Kampus Jadi Peluang Bisnis
Tiga Gunung Garut Masuk Jajaran 10 Puncak Tertinggi di Jawa Barat
Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung Percepat BRT untuk Atasi Kemacetan Cekungan Bandung
OJK dan Pemprov Jabar Perkuat Ekosistem Peternak Ayam Petelur Lewat Program EGG

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:18 WIB

KPK Geledah Kantor Pengelola Kota Baru Parahyangan, Telusuri Dugaan Penyimpangan HGB

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:42 WIB

Data Center AI Jatiluhur Disorot DPRD Jabar, Kebutuhan Air Jadi Perhatian

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:27 WIB

Proyek Data Center AI Jatiluhur Dihentikan Sementara, Izin dan Kebutuhan Air Jadi Sorotan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:11 WIB

Petani Milenial Sumedang Buktikan Pertanian Bisa Jadi Ladang Usaha Produktif

Selasa, 29 September 2026 - 18:23 WIB

Boni Anggara Dorong Mahasiswa UMB Ubah Karya Kampus Jadi Peluang Bisnis

Berita Terbaru

Kabar TNI-Polri

Polres Cimahi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Dugaan Peredaran Uang Palsu

Kamis, 1 Okt 2026 - 07:53 WIB