Infobandungnews – Wisatawan yang ingin menikmati destinasi wisata di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dengan menggunakan kereta api akan segera mendapatkan kemudahan akses transportasi lanjutan. Perum DAMRI bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran tengah mempersiapkan layanan shuttle dari Stasiun Banjar menuju kawasan Pangandaran.
Kehadiran transportasi ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi para pelancong yang selama ini harus menempuh perjalanan darat sejauh kurang lebih 64 kilometer dari Kota Banjar untuk sampai ke kawasan wisata Pangandaran.
Layanan shuttle DAMRI dengan rute Banjar-Pangandaran direncanakan mulai beroperasi pada November 2026. Meski demikian, jadwal resmi peluncurannya masih menunggu kepastian.
“Betul, shuttle DAMRI akan dioperasionalkan dari dan menuju Stasiun Banjar ke Pangandaran.
Tentunya kami bekerja sama dengan Perum DAMRI, Pemkot Banjar, KADIN Banjar, dan Grand Pangandaran dalam proses realisasi transportasi untuk memudahkan wisatawan yang akan berkunjung ke Kabupaten Pangandaran,” kata Kepala Bidang Industri Pariwisata, Investasi Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangandaran, Riko Agung Purnama, Rabu (4/11/2026).
Untuk operasional perdana, dua unit kendaraan shuttle akan disiapkan dengan daya tampung masing-masing maksimal 14 orang penumpang.
Tarif Shuttle DAMRI Banjar-Pangandaran
Riko menerangkan, sistem pelayanan shuttle akan menerapkan pola antar-jemput dengan lokasi pemberhentian yang sudah ditetapkan di masing-masing wilayah.
Khusus di Pangandaran, lokasi penjemputan maupun penurunan penumpang berada di Ruko Carita, kawasan Grand Pangandaran. Sedangkan di Kota Banjar, shuttle akan berhenti di area rest area.
Selanjutnya, Pemkot Banjar akan menyiapkan kendaraan angkutan lanjutan untuk menghubungkan rest area dengan Stasiun Banjar. Fasilitas tersebut disiapkan agar wisatawan dapat dengan mudah melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api.
Untuk sekali perjalanan, tarif shuttle DAMRI rute Banjar-Pangandaran dipatok Rp80.000 per orang. Sementara biaya angkutan penghubung dari rest area menuju Stasiun Banjar dikenakan Rp10.000.
Artinya, wisatawan yang melakukan perjalanan dari Pangandaran menuju Stasiun Banjar perlu mengalokasikan dana sebesar Rp90.000 untuk transportasi lanjutan, di luar biaya pembelian tiket kereta api.
Selama Ini Wisatawan Harus Melanjutkan Perjalanan Melalui Jalur Darat
Hingga saat ini, Stasiun Banjar masih menjadi salah satu akses kedatangan bagi wisatawan yang menggunakan kereta api untuk menuju Pangandaran. Hal tersebut lantaran jalur kereta api yang menghubungkan Banjar dengan Pangandaran sudah tidak beroperasi, sehingga perjalanan belum bisa dilanjutkan langsung menggunakan kereta hingga kawasan wisata.
Akibatnya, penumpang harus menggunakan kendaraan darat untuk menempuh jarak sekitar 64 kilometer dari Stasiun Banjar menuju kawasan Pantai Pangandaran.
Apabila kondisi lalu lintas lancar, perjalanan dari Banjar ke Pangandaran umumnya memerlukan waktu sekitar satu hingga dua jam.
Situasi tersebut menjadikan keberadaan transportasi lanjutan sebagai kebutuhan penting bagi wisatawan yang memilih kereta api sebagai moda transportasi menuju destinasi wisata di Pangandaran.
Selain meningkatkan kemudahan akses perjalanan, pemerintah daerah juga menaruh harapan agar kehadiran shuttle DAMRI dapat memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, termasuk mendorong wisatawan memperpanjang waktu kunjungannya.
Dari aspek ekonomi daerah, layanan ini juga dinilai berpeluang meningkatkan pendapatan melalui retribusi sektor pariwisata. Pasalnya, kendaraan shuttle nantinya akan melewati pintu masuk utama menuju kawasan Pantai Pangandaran.
“Harapan kami, dengan adanya shuttle DAMRI Stasiun Banjar-Pangandaran dapat memudahkan wisatawan yang akan berkunjung ke Kabupaten Pangandaran sehingga kunjungan wisatawan dan lama tinggal di Pangandaran akan meningkat,” ujar Riko.
Saat ini, rencana tersebut masih dalam proses persiapan dan koordinasi antarpihak terkait. Pemkab Pangandaran berharap layanan shuttle DAMRI yang menghubungkan Stasiun Banjar dengan kawasan wisata Pangandaran dapat terealisasi sesuai target, yakni mulai beroperasi pada November 2026.









