Infobandungnews — Tempat ibadah yang digunakan untuk prosesi pemulasaraan dan salat jenazah Kanaya Whu di Kampung Mekarsari, Desa Sukajadi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, direncanakan akan direnovasi sekaligus berganti nama.
Rencana tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, setelah menghadiri pemakaman Kanaya Whu di kampung halamannya pada Minggu, 13 September 2026.
Bangunan yang selama ini menjadi tempat ibadah warga itu nantinya akan diberi nama Tajug Kanaya. Penamaan tersebut menjadi bentuk penghormatan untuk mengenang almarhumah, yang dikenal sebagai vokalis grup musik Emka 9 sekaligus bagian dari tim pendamping musikal Gubernur Jawa Barat.
Pemugaran bangunan direncanakan mulai dilaksanakan setelah peringatan 40 hari wafatnya Kanaya Whu.
“Saking kacinta, nanti saatos 40 dinten masjid tempat netepan manawi di widian ka tokoh bade di bangun masjid namina Tajug Kanaya,” ucap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kepada TribunPriangan.com.
Akan Menjadi Amal Jariah
Kepala Desa Sukajadi, Muhammad Syahid, turut membenarkan adanya rencana renovasi dan pergantian nama surau yang berada tidak jauh dari kediaman almarhumah tersebut.
“Betul namanya Tajug Kanaya untuk mengenang ibu Kanaya yang juga warga Desa Sukajadi,” ucap Syahid.
Menurut Syahid, gagasan pembangunan kembali tempat ibadah itu disampaikan langsung oleh Dedi Mulyadi ketika berkunjung untuk melayat sekaligus menghadiri pemakaman Kanaya.
“Kebaikan Bu Kanaya meski sudah meninggal dunia, Gubernur Jabar akan memberikan dan membangun masjid bagian dari rasa bela sungkawa maupun rasa terima kasih alias tanda kanyaah dari gubernur,” jelasnya.
Ia berharap keberadaan Tajug Kanaya kelak dapat menjadi tempat ibadah yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi amal jariah bagi almarhumah dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunannya.
“Semoga masjid yang dibangun menjadi amal jariah ibu Kanaya dan semua pihak serta berkorban tenaga dan pikiran, sehingga proses pemakaman ibu Kanaya berjalan lancar,” ucapnya.
Dedi Mulyadi Serahkan Tabungan Rp400 Juta
Selain menyampaikan rencana pemugaran tempat ibadah, Dedi Mulyadi juga menyerahkan tabungan senilai Rp400 juta milik Kanaya Whu kepada pihak keluarga di Tasikmalaya pada Minggu siang.
Dana tersebut merupakan hasil penghasilan almarhumah selama menjalankan tugas sebagai bagian dari tim musik pengiring Dedi Mulyadi sejak 2019.
Kanaya Whu, yang memiliki nama asli Wulan Isti Maharani, meninggal dunia pada usia 36 tahun. Semasa hidupnya, ia dikenal setia mendampingi perjalanan karier Dedi Mulyadi, mulai dari saat menjabat Bupati Purwakarta, menjadi Anggota DPR RI, hingga dipercaya sebagai Gubernur Jawa Barat.
Penyerahan dana dilakukan KDM seusai menghadiri pemakaman Kanaya di Kampung Mekarsari RT 01/05, Desa Sukajadi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Lokasi pemakaman berada di lahan keluarga, sekitar 500 meter dari rumah almarhumah.
“Saya mau menyampaikan rezeki Kanaya yang selama ini di simpan di Gubernur Jabar Rp400 juta mudah mudahan tiasa manfaat buat ibunya serta sodaranya (bisa manfaat bagi ibu serta saudaranya),” ungkap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa Kanaya bukan sekadar rekan kerja, melainkan sosok yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya untuk Jawa Barat. Ia mengenang kebersamaan mereka yang berlangsung sejak dirinya memimpin Purwakarta hingga menjalankan tugas sebagai gubernur.
“Beliau, tim jiwa spirit kami dari saya waktu jadi bupati purwakarta, anggota dpr ri. gubernur jabar anjeuna nyarengan (beliau terus bersama),” kata Dedi sambil terisak air mata di hadapan makam Kanaya.









