Infobandungnews – BANDUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat segera mengambil langkah untuk menyelesaikan persoalan akses pendidikan yang dialami sejumlah siswa SDN Budiharja Cililin. Selama ini, para siswa harus menggunakan rakit untuk menyeberangi kawasan Waduk Saguling saat berangkat maupun pulang sekolah.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail bersama jajaran terkait meninjau langsung kondisi akses yang setiap hari dilalui para pelajar tersebut. Peninjauan lapangan dilakukan untuk memperoleh gambaran nyata sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan.
Dari hasil pemeriksaan di lokasi, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung Barat turut melakukan analisis teknis terhadap kemungkinan pembangunan akses baru.
Kajian awal menunjukkan jarak lintasan yang harus dihubungkan mencapai sekitar 280 meter. Dengan kondisi tersebut, pembangunan jembatan gantung dinilai tidak memungkinkan untuk diterapkan.
Sebagai alternatif, Pemkab Bandung Barat mempertimbangkan pembangunan jembatan apung. Kendati demikian, pilihan tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran cukup besar sehingga masih harus melalui kajian yang lebih mendalam, baik menyangkut aspek teknis maupun kemampuan pembiayaan.
Sambil menunggu solusi permanen, pemerintah daerah juga mempersiapkan langkah cepat untuk menjamin akses siswa menuju sekolah. Salah satu opsi yang disiapkan yakni menyediakan kendaraan antar-jemput bagi sekitar 16 siswa yang selama ini mengandalkan rakit.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menegaskan setiap alternatif akan dibahas secara menyeluruh dan dikoordinasikan dengan berbagai pihak. Menurutnya, solusi yang dipilih harus mengutamakan faktor keselamatan, efektivitas, serta kemampuan untuk direalisasikan.
“Semua opsi kita kaji. Untuk jangka panjang kita melihat kemungkinan pembangunan akses yang lebih permanen. Sementara, untuk langkah cepat kita siapkan alternatif transportasi bagi anak-anak,” ujar Bupati.
Hasil analisis teknis beserta sejumlah skema penanganan yang telah disiapkan nantinya akan disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat untuk memperoleh arahan terkait langkah selanjutnya.
Pemkab Bandung Barat memastikan persoalan tersebut tidak berhenti pada tahap peninjauan dan kajian. Pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan solusi nyata agar para siswa dapat bersekolah dengan lebih aman dan mudah, dengan tetap menyesuaikan pilihan penanganan terhadap kondisi teknis dan ketersediaan anggaran.***









