Infobandungnews – Cinajur. Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Cianjur terus mempercepat pengembangan sektor pertanian organik sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan hasil produksi petani, sekaligus menjaga ketersediaan pasokan pangan di daerah.
Upaya tersebut menunjukkan hasil positif. Produktivitas padi organik yang sebelumnya berada di kisaran 5–6 ton per hektare kini meningkat menjadi sekitar 7,7–8,3 ton per hektare.
Peningkatan tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Junanto Herdiawan, saat menghadiri kegiatan Panen Padi Organik hasil kolaborasi Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur, Kamis (30/7/2026).
Menurut Junanto, pengembangan pertanian organik kini menjadi salah satu strategi penting dalam membangun ketahanan pangan sekaligus menciptakan sistem pangan yang terintegrasi mulai dari proses produksi hingga distribusi.
Ia menjelaskan, tantangan perubahan iklim, menurunnya kualitas lahan pertanian, serta meningkatnya permintaan masyarakat terhadap pangan yang sehat, aman, dan berkualitas menjadi alasan kuat untuk terus mengembangkan budidaya padi organik secara berkelanjutan. Selain mampu meningkatkan hasil panen, sistem ini juga berperan menjaga kesuburan tanah dan keberlangsungan sektor pertanian di masa depan.
Kabupaten Cianjur sendiri memiliki posisi strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2025, Cianjur menempati peringkat keempat sebagai daerah penghasil padi terbesar di Jawa Barat. Potensi tersebut menjadi dasar Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Cianjur mengembangkan inovasi budidaya yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.
Melalui program Klaster Pangan Strategis Terintegrasi (Pangsi), Bank Indonesia memberikan pelatihan kepada para petani dan santri tani. Program tersebut kemudian diimplementasikan melalui 10 demplot padi organik yang tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Cianjur.
Keberadaan demplot tersebut berfungsi sebagai pusat pembelajaran sekaligus lokasi percontohan budidaya padi organik yang dapat diterapkan di berbagai daerah lainnya. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, menjaga stabilitas pasokan pangan, mengendalikan harga, serta meningkatkan kesejahteraan para petani.
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menilai keberhasilan panen padi organik menjadi bukti nyata sinergi antara Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat dalam mendorong kemajuan sektor pertanian.
Ia optimistis Kabupaten Cianjur akan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah agraris unggulan yang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.
“Pemerintah daerah juga terus mendorong generasi muda agar terlibat aktif dalam pembangunan sektor pertanian karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan prospek yang menjanjikan,” pungkasnya.









