Infobandungnews – Bumi Perkemahan Gentong, 11 April 2026 — Kegiatan Sidang Paripurna Cabang Tahun 2026 yang digelar Dewan Kerja Cabang (DKC) Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung tidak sekadar menjadi forum koordinasi organisasi, tetapi juga menjadi momen penting dalam merumuskan strategi pembinaan generasi muda di tengah dinamika zaman yang terus berkembang.
Forum ini dihadiri jajaran pimpinan Kwarcab, Andalan Bina Muda, pimpinan Satuan Karya (Saka), serta 62 perwakilan Dewan Kerja Ranting (DKR) dari seluruh wilayah Kabupaten Bandung. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung, Emma Dety Permanawati, menyampaikan arahan yang menekankan pentingnya pembaruan serta penguatan peran organisasi kepramukaan.

Ia menegaskan bahwa Dewan Kerja Cabang sebagai wadah kepemimpinan bagi penegak dan pandega dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, program-program yang bersifat konvensional perlu dikembangkan menjadi lebih inovatif agar mampu menarik minat generasi muda masa kini. Kreativitas dan keberanian dalam menghadirkan kegiatan yang relevan dengan perkembangan sosial dan teknologi menjadi kunci utama.
Lebih lanjut, Emma juga mengajak seluruh elemen Dewan Kerja, baik di tingkat cabang maupun ranting, untuk lebih aktif melibatkan generasi muda dalam kegiatan kepramukaan. Ia menilai bahwa Pramuka memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan menjadi benteng moral di tengah berbagai tantangan, seperti pergaulan bebas dan kenakalan remaja. Melalui kegiatan yang terarah dan edukatif, diharapkan mampu melahirkan generasi yang disiplin, tangguh, dan berintegritas.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya adaptasi kepramukaan di era digital. Menurutnya, kehadiran Pramuka harus semakin terasa di ruang media sosial sebagai sarana komunikasi yang efektif dengan generasi muda. Untuk itu, DKC bersama DKR didorong menjadi penggerak utama dalam menciptakan serta menyebarluaskan konten-konten positif yang mencerminkan nilai dan aktivitas kepramukaan.
“Pramuka harus semakin dikenal luas, termasuk melalui media sosial. Perbanyak konten positif dari kegiatan penegak dan pandega di Kabupaten Bandung, dan jadikan DKC serta DKR sebagai motor penggeraknya,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi seluruh peserta sidang agar tidak hanya menjalankan fungsi organisasi secara administratif, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata melalui inovasi program serta penguatan citra positif Pramuka di tengah masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan pembaruan, Sidang Paripurna Cabang 2026 diharapkan menjadi titik awal lahirnya gerakan kepramukaan yang lebih adaptif, progresif, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.***









