Infobandungnews – Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena masih adanya sejumlah harapan warga yang belum dapat diwujudkan selama dua tahun masa kepemimpinannya.
Permintaan maaf tersebut disampaikan bertepatan dengan momentum Hari Raya Idul Fitri, sebagai bentuk evaluasi terhadap kinerja pemerintah daerah selama ini.
“Atas nama pribadi dan pemerintah, kami memohon maaf. Dalam dua tahun terakhir tentu masih terdapat kekurangan dan harapan masyarakat yang belum bisa kami penuhi,” ujar Jeje saat ditemui di Masjid Ash Shiddiq, Sabtu (21/3/2026).
Ia menegaskan, pemerintah daerah terus melakukan pembenahan di berbagai sektor, khususnya dalam peningkatan kualitas pelayanan publik serta respons terhadap keluhan masyarakat. Ke depan, pihaknya berkomitmen untuk terus berbenah dan merealisasikan aspirasi warga secara bertahap.
Menurut Jeje, kegiatan tarawih keliling yang digelar selama bulan Ramadhan menjadi sarana efektif untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menyerap aspirasi secara langsung. Dari kegiatan tersebut, pihaknya menemukan bahwa setiap wilayah memiliki persoalan yang berbeda-beda.
“Melalui tarawih keliling di lima daerah pemilihan, kami menghadirkan seluruh perangkat daerah agar bisa langsung mendengar dan menindaklanjuti keluhan masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, masyarakat diberi ruang untuk berdialog langsung dengan perangkat daerah guna mencari solusi bersama atas berbagai permasalahan yang dihadapi.
“Dalam forum tersebut, warga dapat menyampaikan keluhan secara langsung dan bersama-sama merumuskan solusi terbaik dengan instansi terkait,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Jeje mengajak masyarakat menjadikan Idul Fitri sebagai momentum untuk memperkuat nilai-nilai positif yang telah dibangun selama bulan Ramadhan, seperti kesabaran, kejujuran, kerendahan hati, serta kepedulian terhadap sesama.









