Kekerasan di Sekolah, Dede Yusuf Ingatkan Teladan Pemimpin

- Jurnalis

Jumat, 29 September 2023 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi, Kekerasan Marak Di Sekolah, kekerasan terjadi di sekolah karena guru dan kepala sekolah tidak ada perlindungan. Tindakan sanksi dan disiplin kepada siswa terkadang berakhir dengan gugatan hukum. Soreang (29/9/2023)

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi, Kekerasan Marak Di Sekolah, kekerasan terjadi di sekolah karena guru dan kepala sekolah tidak ada perlindungan. Tindakan sanksi dan disiplin kepada siswa terkadang berakhir dengan gugatan hukum. Soreang (29/9/2023)

Infobandungnews – Soreang. Darurat kekerasan di dunia pendidikan telah jadi perhatian nasional. Semua pihak prihatin, termasuk Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf Macan Effendi.

“Ini persoalan serius dan banyak faktor,” kata Dede Yusuf saat workshop pendidikan di Hotel Grand Sunshine Soreang, Kabupaten Bandung (29/9/2023).

Di acara tersebut hadir Dr Muhammad Hasbi, direktur sekolah dasar Kemendikbud Ristek. Narasumber dari sejumlah pakar dan praktisi pendidikan.

“Kita sudah lama bersama Pak Hasbi, sejak mengembangkan Prasiaga di kepramukaan. Andai Prasiaga berlaku nasional maka tidak akan muncul darurat kekerasan di sekolah karena sejak dini dilakukan pendidikan karakter,” ungkap Dede Yusuf.

Berikutnya, lanjut doktor Administrasi Publik jebolan Unpad ini, kekerasan terjadi di sekolah karena guru dan kepala sekolah tidak ada perlindungan. Tindakan sanksi dan disiplin kepada siswa terkadang berakhir dengan gugatan hukum.

“Saya dan semua yang hadir di sini pasti pernah mengalami dijemur, lari keliling lapangan, atau disuruh bersihkan toilet. Atau kena lempar kapur tulis dari guru,” ungkap Dede.

Guru menegakkan disiplin dalam rangka pendidikan karakter. “Di sini pentingnya duduk satu meja antara kepala sekolah, guru, komite sekolah, dan orang tua,” tandas wakil gubernur Jabar periode 2008-2013 ini.

workshop pendidikan di Hotel Grand Sunshine Soreang, Kabupaten Bandung (29/9/2023).

Selain perlindungan hukum terhadap guru, Dede mendorong kegiatan ekstrakurikuler dihidupkan. Dengan begitu, siswa terbiasa mengasah otak, watak, dan aktivitas sesuai minatnya masing-masing.

“Ekskul itu jangan hanya seragamnya. Tapi aktivitas dan pendidikan karakternya,” ucap politikus senior Partai Demokrat ini.

Dede juga mengingatkan, terjadi darurat kekerasan di sekolah karena miskin keteladanan. Anak-anak memilih jalannya karena miskin keteladanan dari pemimpin.

“Di era medsos, anak-anak boleh jadi melihat bagaimana hukum yang tidak adil, ketimpangan sosial, pamer harta dan kekuasaan, serta perilaku pemimpin tidak amanah. Yang dilihat anak tersebut lalu diinternalisasi sehingga mereka memilih jalannya sendiri,” kata Dede Yusuf.

Dede berharap stakeholders pendidikan berembug. Cepat merumuskan solusi agar dunia pendidikan terhindar dari aksi kekerasan.

“Jika dianggap darurat kekerasan maka diperlukan solusi-solusi darurat juga,” kata wakil rakyat dari dapil Jabar II (Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat) ini.

Berikutnya, dirumuskan pendekatan yang holistik. Pendidikan karakter sejak dini dan pengembangan nilai-nilai pendidikan dengan ekosistem sekolah yang sehat.

“Kita juga harus adil. Bagaimana tercipta ekosistem yang sehat jika honor guru masih Rp 150 ribu,” kata Dede Yusuf. (YG-IBN001)**

 

Berita Terkait

Hari Pertama Kerja Usai Lebaran, Bupati Bandung Sidak Bapenda dan BKAD, Soroti PAD hingga Aset Daerah
Rencana Sekolah Daring April 2026 Dibatalkan, Pemerintah Prioritaskan Pembelajaran Tatap Muka
WFH Sehari Sepekan Usai Lebaran 2026, Pemerintah Bidik Penghematan Energi
Salat Id di Gedung Sate, Dedi Mulyadi Soroti Kinerja Pemerintah dan Janji Benahi Anggaran
Refleksi Lebaran, Bupati Bandung Barat Minta Maaf dan Janji Tingkatkan Pelayanan Publik
Meski Ditertibkan dan Dijanjikan Kompensasi, Penyapu Koin di Pantura Subang Masih Marak Jelang Lebaran
Terminal Cicaheum Bakal Dipindah ke Leuwipanjang, Bandung Siap Terapkan Sistem BRT Modern
Diskon Pajak Kendaraan 10% Selama Lebaran, Pemprov Jabar Ajak Warga Tetap Taat Pajak

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 07:23 WIB

Hari Pertama Kerja Usai Lebaran, Bupati Bandung Sidak Bapenda dan BKAD, Soroti PAD hingga Aset Daerah

Kamis, 26 Maret 2026 - 07:16 WIB

Rencana Sekolah Daring April 2026 Dibatalkan, Pemerintah Prioritaskan Pembelajaran Tatap Muka

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:53 WIB

WFH Sehari Sepekan Usai Lebaran 2026, Pemerintah Bidik Penghematan Energi

Minggu, 22 Maret 2026 - 08:57 WIB

Salat Id di Gedung Sate, Dedi Mulyadi Soroti Kinerja Pemerintah dan Janji Benahi Anggaran

Minggu, 22 Maret 2026 - 08:49 WIB

Refleksi Lebaran, Bupati Bandung Barat Minta Maaf dan Janji Tingkatkan Pelayanan Publik

Berita Terbaru