Guru Sibuk Bikin Konten, Apa Yang Dilakukan Murid? Begini Kata Dede Yusuf

- Jurnalis

Selasa, 24 Januari 2023 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi X DPR-RI Dede Yusuf Memberikan Pemaparan pada acara Workshop pendidikan yang digelar Pusat Kurikulum Kemdikbud Ristek dengan diikuti lebih dari 100 guru dan kepala sekolah dari Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat di Sutan Raja Hotel Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (21/1/2023)

Wakil Ketua Komisi X DPR-RI Dede Yusuf Memberikan Pemaparan pada acara Workshop pendidikan yang digelar Pusat Kurikulum Kemdikbud Ristek dengan diikuti lebih dari 100 guru dan kepala sekolah dari Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat di Sutan Raja Hotel Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (21/1/2023)

Infobandungnews – Para guru diminta tidak asal bikin konten media sosial. Sebab bisa ditiru para murid dengan hal yang aneh-aneh.

“Guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Apa jadinya jika para guru asyik bikin konten alay? Yang dilakukan murid bisa lebih parah,” jelas Dede Yusuf Macan Effendi dalam workshop pendidikan di Sutan Raja Hotel Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (21/1/2023).

Wakil ketua Komisi X DPR ini menyebut media sosial sudah jadi bagian dari kehidupan. Tidak boleh dihindari. Yang penting bagaimana memanfaatkan medsos secara positif dan bijak. Termasuk oleh insan pendidikan.

“Secara kreatif media sosial malah bisa dijadikan media pembelajaran,” jelas doktor Administrasi Publik jebolan Unpad ini.

Caranya para murid diarahkan untuk membuat konten-konten positif dan berguna dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari hal sederhana di rumah.

“Anak SD sudah bisa bikin konten bagaimana mencuci baju sendiri. Cara menyetrika dan merapikan baju di lemari. Oleh guru konten itu dinilai sebaga pembelajaran,” kata politikus Partai Demokrat ini.

Sejalan dengan konsep merdeka belajar, lanjut Dede, para guru harus mengembangkan projects base learning. Bagaimana para siswa dibiasakan belajar tidak hanya di kelas.

“Pramuka sudah biasa melakukan ini. Projects base learning ini sebut saja sebagai karya bakti siswa seperti halnya di kepramukaan,” jelas mantan ketua Kwarda Jabar dan wakil ketua Kwarnas Gerakan Pramuka ini.

Contoh sederhananya bisa mulai dengan para siswa diajak ke kampung sebelah sekolah. Praktik menjernihkan air sehingga jadi layak minum.

“Proses itu bisa dibuat konten medsos oleh guru,” jelas aktor senior dan mantan atlet Taekwondo ini.

Dede juga mengingatkan para guru untuk mengajarkan critical thinking sejak dini. Soal pelajaran sejarah, misalnya, murid jangan dipaksa mengingat tahun berapa terjadinya Perang Diponegoro.

Ajarkan mengapa terjadi Perang Jawa itu. Lalu mengapa Diponegoro pakai sorban, bukan memakai peci.

“Soal ujian bukan lagi multiple choice, tapi beri kesempatan narasi. Sehingga jawabannya bukan benar-salah lagi. Semua jawaban benar, cuma perlu pendalaman di sana sini,” ungkap wakil gubernur Jabar periode 2008-2013 ini.

Workshop pendidikan digelar Pusat Kurikulum Kemdikbud Ristek dengan diikuti lebih dari 100 guru dan kepala sekolah dari Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.

Turut hadir Plt Direktur Pusat Kurikulum Zulkifli. Tampak juga Ketua Rumah Rancage Dr M Akhiri Hailuki dan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bandung Saeful Bachri. S.H., M.AP.

Yg-IBN 001.

Berita Terkait

Hari Pertama Kerja Usai Lebaran, Bupati Bandung Sidak Bapenda dan BKAD, Soroti PAD hingga Aset Daerah
Rencana Sekolah Daring April 2026 Dibatalkan, Pemerintah Prioritaskan Pembelajaran Tatap Muka
WFH Sehari Sepekan Usai Lebaran 2026, Pemerintah Bidik Penghematan Energi
Salat Id di Gedung Sate, Dedi Mulyadi Soroti Kinerja Pemerintah dan Janji Benahi Anggaran
Refleksi Lebaran, Bupati Bandung Barat Minta Maaf dan Janji Tingkatkan Pelayanan Publik
Meski Ditertibkan dan Dijanjikan Kompensasi, Penyapu Koin di Pantura Subang Masih Marak Jelang Lebaran
Terminal Cicaheum Bakal Dipindah ke Leuwipanjang, Bandung Siap Terapkan Sistem BRT Modern
Diskon Pajak Kendaraan 10% Selama Lebaran, Pemprov Jabar Ajak Warga Tetap Taat Pajak

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 07:23 WIB

Hari Pertama Kerja Usai Lebaran, Bupati Bandung Sidak Bapenda dan BKAD, Soroti PAD hingga Aset Daerah

Kamis, 26 Maret 2026 - 07:16 WIB

Rencana Sekolah Daring April 2026 Dibatalkan, Pemerintah Prioritaskan Pembelajaran Tatap Muka

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:53 WIB

WFH Sehari Sepekan Usai Lebaran 2026, Pemerintah Bidik Penghematan Energi

Minggu, 22 Maret 2026 - 08:57 WIB

Salat Id di Gedung Sate, Dedi Mulyadi Soroti Kinerja Pemerintah dan Janji Benahi Anggaran

Minggu, 22 Maret 2026 - 08:49 WIB

Refleksi Lebaran, Bupati Bandung Barat Minta Maaf dan Janji Tingkatkan Pelayanan Publik

Berita Terbaru