Cimahi Siapkan Mesin Pengolah Sampah di Setiap Kelurahan, Ngatiyana Gandeng Kampus Hadapi Krisis Sarimukti

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkot Cimahi memperkuat kolaborasi pentahelix untuk atasi krisis sampah. Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyebut kerja sama antara pemerintah dan akademi

Pemkot Cimahi memperkuat kolaborasi pentahelix untuk atasi krisis sampah. Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyebut kerja sama antara pemerintah dan akademi

Infobandungnews – Pemerintah Kota Cimahi terus memperkuat sinergi pentahelix sebagai langkah strategis dalam menangani persoalan sampah. Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi menjadi faktor penting dalam mendorong lahirnya berbagai inovasi teknologi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Ngatiyana setelah membuka kegiatan Peringatan Hari Lingkungan Hidup sekaligus menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi dengan sejumlah perguruan tinggi. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Gedung A Pemerintah Kota Cimahi pada Senin, 8 Juni 2026.

Ngatiyana mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyusun langkah strategis yang dibahas bersama Gubernur Jawa Barat untuk mengatasi persoalan sampah. Di kawasan Bandung Raya, termasuk Kota Cimahi, setiap kelurahan ditargetkan memiliki fasilitas pengolahan sampah mandiri dengan kapasitas antara 5 hingga 10 ton per hari.

“Rencana itu bukan sekadar wacana. Saat ini alat pengolah sampah sudah direncanakan dan proses pemesanan sedang berjalan. Setelah rampung, alat akan didistribusikan ke tiap desa dan kelurahan di Kota Cimahi,” kata Ngatiyana.

Ia menjelaskan, konsepnya cukup sederhana. Kehadiran satu unit mesin pengolah sampah di setiap kelurahan akan memungkinkan sampah ditangani langsung dari sumbernya. Dengan demikian, volume sampah yang selama ini menumpuk dapat berkurang secara signifikan dan ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) pun bisa diminimalkan.

“Melalui kerja sama ini, Pemkot bersama DLH menggandeng lingkungan akademisi perguruan tinggi. Akademisi dilibatkan untuk menangani riset dan strategi penyelesaian sampah yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan,” ujar Ngatiyana.

Baca Juga :  Satgas Citarum Harum Sektor 6 Periksa Alat Berat Disaat Musim Mudik

Pemkot memilih pendekatan pentahelix. Akademisi, media, pengusaha, pemerintah, dan komunitas bergerak bersama. Kolaborasi ini diharapkan melahirkan solusi nyata yang bisa dijalankan bersama masyarakat.

“Ngatiyana juga menyampaikan kondisi darurat TPA Sarimukti. Berdasarkan informasi terakhir, TPA Sarimukti dipastikan tutup sampai Oktober 2026. Artinya Cimahi tidak bisa lagi membuang sampah ke sana,” ucapnya.

Situasi ini jadi alarm keras bagi Pemkot. Dengan timbulan sampah Cimahi mencapai 250 ton per hari, Pemkot harus segera mencari jalan keluar agar sampah tidak menjadi beban semua pihak.

“Strateginya dua arah. Pertama, memaksimalkan tempat pengolahan sampah yang sudah ada di Cimahi, baik di wilayah utara, tengah, maupun selatan. Kedua, menegaskan pemilahan sampah dari sumber di rumah tangga,” jelas Wali Kota.

Pemilahan dari rumah membuat proses pengambilan dan pengolahan lebih mudah. Warga hanya perlu memisahkan sampah organik dan anorganik agar mesin di kelurahan bisa bekerja optimal.

“Ngatiyana mengakui kendala besar menanti jika Sarimukti benar-benar ditutup. Tapi ia optimistis. “Insyaallah kita akan mencarikan jalan keluar. Kita selesaikan sampah bersama-sama,” tegasnya.

Kepada perguruan tinggi, Wali Kota meminta peran ganda. Pertama jadi pusat edukasi. Kedua jadi contoh nyata. Kampus harus bebas sampah berceceran.

“Mahasiswa dan dosen turun langsung mengedukasi masyarakat tentang pengolahan, pemilahan, hingga pengawasan sampah di lingkungan,” tandas Ngatiyana.

Berita Terkait

Satlat Baleendah Pager Kancana Indonesia Raih Juara Umum Pro Elite Championship 2026, Borong 41 Medali
Garut Plaza Kembali Diaktifkan, Jadi Ruang Baru bagi UMKM dan Ekonomi Masyarakat
17 Kios di Terminal Antapani Dibongkar, Disiapkan Jadi End Station BRT Bandung
Siswa SDN Budiharja Cililin Naik Rakit ke Sekolah, Pemkab Bandung Barat Siapkan Solusi
Kemenkum Pertahankan Pembatalan Badan Hukum PLK, Aset SMAN 1 Bandung Ditegaskan Milik Negara
Pembongkaran Teras Cihampelas Ditargetkan Mulai Oktober 2026, Pemprov Jabar Kebut Proses Lelang
Festival Kuliner Bandung Tempo Doeloe Ramai Dikunjungi, Hadirkan Kuliner hingga Wahana Hiburan
Lapak Pedagang Terminal Cicaheum Mulai Dibongkar, Tersisa Beberapa Kios Jelang Pembangunan Depo BRT

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 13:20 WIB

Satlat Baleendah Pager Kancana Indonesia Raih Juara Umum Pro Elite Championship 2026, Borong 41 Medali

Kamis, 10 September 2026 - 08:21 WIB

Garut Plaza Kembali Diaktifkan, Jadi Ruang Baru bagi UMKM dan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 3 September 2026 - 07:38 WIB

17 Kios di Terminal Antapani Dibongkar, Disiapkan Jadi End Station BRT Bandung

Rabu, 2 September 2026 - 08:01 WIB

Siswa SDN Budiharja Cililin Naik Rakit ke Sekolah, Pemkab Bandung Barat Siapkan Solusi

Rabu, 2 September 2026 - 07:38 WIB

Kemenkum Pertahankan Pembatalan Badan Hukum PLK, Aset SMAN 1 Bandung Ditegaskan Milik Negara

Berita Terbaru