Saeful Bachri Dorong Wirausaha Muda sebagai Solusi Sulitnya Lapangan Kerja

- Jurnalis

Minggu, 22 Februari 2026 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai Demokrat, Saeful BAchri, S.H., M.A.P

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai Demokrat, Saeful BAchri, S.H., M.A.P

Infobandungnews – Balenndah. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, sulitnya memperoleh pekerjaan formal masih menjadi keluhan utama generasi muda, khususnya para fresh graduate. Persaingan kerja yang ketat, terbatasnya lowongan, serta tuntutan pengalaman kerja membuat banyak lulusan baru kesulitan menembus pasar kerja formal. Situasi ini menuntut perubahan pola pikir, dari sekadar pencari kerja menjadi pencipta peluang usaha.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang dilaksanakan di Baleendah, Kabupaten Bandung, Sabtu (21/02/2026). Dalam forum tersebut, salah seorang peserta, Rislan dari STAI Yamisa Soreang, menyampaikan keresahannya mengenai rasa trauma dan takut gagal ketika hendak memulai usaha. Ia mempertanyakan cara mengatasi ketakutan tersebut agar berani membuka lapangan kerja sendiri.

Aspirasi tersebut diserap Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan Jabar II Kabupaten Bandung, Saeful Bachri. Menurutnya, pemberdayaan generasi muda melalui kreativitas dan inovasi kewirausahaan dapat menjadi pendorong utama kemandirian ekonomi di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan.

Rislan dari STAI Yamisa Soreang ( Foto – YG IBN)

Ia menegaskan bahwa wirausaha tidak harus dimulai dari usaha besar atau modal tinggi. Sektor nonformal justru menawarkan peluang luas dan fleksibel, seperti usaha kuliner rumahan, jasa desain dan percetakan, thrift shop, kerajinan tangan, jasa digital marketing, barbershop rumahan, hingga usaha berbasis hobi seperti tanaman hias dan produk daur ulang.

Selain modal finansial, silaturahmi, pertukaran ide, relasi pertemanan, serta kemampuan mengenali potensi diri dan keterampilan menjadi modal penting dalam merintis usaha. Kejelian membaca peluang dan memahami kebutuhan pasar juga menjadi faktor kunci keberhasilan. Modal sosial seperti kepercayaan, jaringan, reputasi, dan kemampuan komunikasi seringkali lebih menentukan pada tahap awal usaha.

Dalam perkembangan era digital, interaksi sosial dan pemanfaatan media sosial menjadi elemen penting dalam mendorong pertumbuhan kewirausahaan. Platform seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi dan pemasaran dengan biaya minim. Banyak usaha kecil berkembang pesat berkat strategi pemasaran digital yang kreatif dan konsisten.

Baca Juga :  48 Pramuka Gudep Ponpes Baitul Hidayah Ikuti Kursus Mahir Dasar KMD 2024

Menindaklanjuti aspirasi peserta, Saeful Bachri menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar semangat berwirausaha tidak berhenti pada wacana. Ia mendorong adanya pelatihan praktis, mentoring usaha, serta forum berbagi pengalaman dengan pelaku UMKM sukses untuk memberikan motivasi dan gambaran nyata tentang proses merintis usaha.

Menurutnya, rasa takut gagal merupakan hal wajar bagi pemula. Untuk mengurangi trauma tersebut, generasi muda disarankan memulai usaha dalam skala kecil, mencoba model bisnis berisiko rendah, serta membangun kepercayaan diri melalui pengalaman bertahap. Kegagalan harus dipandang sebagai proses pembelajaran menuju keberhasilan.

Ke depan, pemerintah daerah bersama lembaga pendidikan dan komunitas kewirausahaan diharapkan dapat membentuk inkubasi bisnis berbasis masyarakat. Program ini dapat mencakup pelatihan manajemen usaha, pengelolaan keuangan sederhana, strategi pemasaran digital, hingga pendampingan legalitas usaha mikro.

Pembentukan komunitas wirausaha muda hingga tingkat kecamatan dan desa juga dinilai penting untuk memperkuat dukungan sosial. Komunitas tersebut dapat menjadi ruang berbagi pengalaman, memperluas relasi, serta membangun kolaborasi usaha. Dukungan lingkungan sosial terbukti mampu meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi rasa takut dalam mengambil langkah pertama.

Selain itu, pelatihan pemasaran digital praktis seperti teknik foto produk menggunakan ponsel, penulisan konten promosi yang menarik, hingga strategi meningkatkan interaksi pelanggan perlu diperluas. Dengan kemampuan tersebut, pelaku usaha pemula dapat menjangkau pasar lebih luas tanpa membutuhkan biaya besar.

Melalui sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, dan pelaku usaha, diharapkan tercipta ekosistem kewirausahaan yang inklusif dan berkelanjutan. Langkah nyata ini diharapkan mampu membantu generasi muda mengatasi ketakutan memulai usaha, menciptakan lapangan kerja baru, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Berita Terkait

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan dan Rekonstruksi Jalan 149,8 Kilometer hingga Akhir 2026
Saeful Bachri Lepas Tim Basket Kabupaten Bandung ke Porprov Jabar XV 2026, Optimistis Bawa Pulang Medali
Wagub Erwan Dorong Kolaborasi Indonesia–Australia, Perkuat Sistem Kesehatan Jawa Barat
APBD Jabar 2027 Diproyeksikan Surplus Rp1,77 Triliun, DPRD Pastikan Tanpa Pinjaman Baru
Saeful Bachri Dorong Pengembangan Kakao di Kabupaten Bandung, Petani Harus Terhubung dengan Industri
PA GMNI Jawa Barat Periode 2026–2031 Resmi Dilantik, Tegaskan Komitmen Kawal Pembangunan Berpihak kepada Rakyat
Pemprov Jabar Bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah hingga Tingkat Desa dan Kelurahan
Jalan Rusak Sejak 2012, Warga Cintajaya Ciamis Temui Dedi Mulyadi dan Bahas Solusi Perbaikan

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 09:18 WIB

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan dan Rekonstruksi Jalan 149,8 Kilometer hingga Akhir 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Saeful Bachri Lepas Tim Basket Kabupaten Bandung ke Porprov Jabar XV 2026, Optimistis Bawa Pulang Medali

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Wagub Erwan Dorong Kolaborasi Indonesia–Australia, Perkuat Sistem Kesehatan Jawa Barat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:12 WIB

APBD Jabar 2027 Diproyeksikan Surplus Rp1,77 Triliun, DPRD Pastikan Tanpa Pinjaman Baru

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Saeful Bachri Dorong Pengembangan Kakao di Kabupaten Bandung, Petani Harus Terhubung dengan Industri

Berita Terbaru

Bandung Raya

BUPATI SUMEDANG LANTIK 15 CAMAT, TUJUH DI ANTARANYA PEJABAT BARU

Senin, 2 Nov 2026 - 15:51 WIB