Infobandungnews – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa dunia politik memiliki sisi keras yang mampu meruntuhkan nama baik seseorang yang dibangun selama puluhan tahun hanya dalam waktu singkat. Di hadapan para kadernya, AHY mengingatkan bahwa praktik politik kebohongan, fitnah, dan pembunuhan karakter pada akhirnya hanya akan melahirkan perpecahan di tengah bangsa.
Menurut AHY, serangan informasi palsu dan kampanye hitam dapat dengan cepat menghancurkan reputasi seseorang. Ia menyebut, di era digital saat ini, masyarakat semakin sulit membedakan mana informasi yang benar dan mana yang menyesatkan, karena derasnya arus berita yang membanjiri ruang publik. Fenomena tersebut dikenal sebagai post-truth politics, sebuah realitas yang tak terelakkan dan dihadapi oleh semua partai politik, termasuk Partai Demokrat.
Karena itu, AHY meminta seluruh kader untuk terus melakukan refleksi diri dan tidak mudah terprovokasi oleh disinformasi maupun misinformasi yang berpotensi memecah belah persatuan. Ia menekankan pentingnya mencari solusi bersama agar bangsa ini tidak terjebak dalam politik fitnah yang merusak sendi kebersamaan.
Selain itu, AHY juga mengingatkan bahaya politik identitas yang kerap mengeksploitasi perbedaan agama, suku, etnis, ras, dan keyakinan. Menurutnya, keberagaman adalah anugerah sekaligus potensi kerentanan jika disalahgunakan. Ia menegaskan bahwa Partai Demokrat konsisten menolak politik identitas dan mengajak seluruh kader untuk menjaga persatuan serta merawat kebinekaan Indonesia.***









