Mengulas Omongan Andika Perkasa dan KSAD Maruli Soal Kasus Relawan Ganjar di Boyolali

- Jurnalis

Jumat, 12 Januari 2024 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak

KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak

infobandungnews – Jakarta – Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Andika Perkasa turut buka suara atas penganiayaan yang dilakukan oleh oknum TNI di depan Markas Yonif 408/Suhbrastha Boyolali. Ia menyebut bahwa kejadian itu berlangsung secara spontanitas karena salah paham.

Andika Perkasa kemudian menyebut bahwa calon presiden Ganjar Pranowo langsung menjenguk dan mendengarkan langsung kronologi dari dua orang korban. Menurut dia, tak ada peringatan terlebih dahulu dari anggota TNI melainkan langsung menyerang para relawan.

(Jenderal Purn ) Andika Perkasa

“Inilah yang kemudian direspons oleh Mas Ganjar di video tadi, yang juga seingat saya direspons oleh Ketua DPC PDIP Boyolali. Disitu jelas kalau dari videonya tidak ada proses kesalahpahaman,” kata Andika Perkasa di Media Center TPN Ganjar-Mahfud.

“Yang ada adalah langsung penyerangan, atau tindak pidana penganiayaan. Kemudian dari keterangan saksi pun yang kemudian diucapkan ulang oleh Mas Ganjar, dan diucapkan ulang oleh Ketua DPC PDIP Boyolali juga nyatakan hal yang sama,” jelas dia.

Lebih lanjut, Andika Perkasa juga melontarkan pendapat atas pernyataan dari Komandan Kodim (Dandim) Boyolali, Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo. Ia menilai bahwa kejadian tersebut berlangsung secara spontanitas karena adanya kesalahpahaman kedua belah pihak.  “Di statement itu antara lain dinyatakan salah satunya adalah kesalahpahaman antara dua pihak. Kronologi ini kan sangat tidak akurat. Artinya, saya bisa membayangkan karena saya pernah menangani banyak hal seperti ini,” kata Andika Perkasa. (YG-IBN001)***

Sumber Viva.co.id

Berita Terkait

Kemenperin Dorong Pemanfaatan FTA untuk Perluas Ekspor Produk Olahan Kakao Indonesia
Polres Cimahi Gencarkan Operasi Miras Ilegal, Barang Bukti Berhasil Diamankan
Saldi Isra Ingatkan Generasi Muda, Penggunaan AI Jangan Sampai Mengikis Kemampuan Berpikir Kritis
ITB Kembangkan Teknologi Rumah Garam di Jeneponto, Dorong Produktivitas dan Kualitas Garam Rakyat
Dede Yusuf Soroti Dana Hibah Pemilu, Usulkan NPHD Dikelola Pemerintah Pusat
Polresta Bandung Tindak Dugaan Premanisme di Soreang dan Katapang, 41 Orang Terjaring Pendataan
Menkeu Tegaskan Gaji PNS, TNI, dan Polri Tetap Masuk Rekening Pribadi, Bukan Lewat Koperasi
Upin dan Ipin Kembali Sindir Kabut Asap Indonesia, 30 Wilayah di Malaysia Terdampak Polusi

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 07:25 WIB

Kemenperin Dorong Pemanfaatan FTA untuk Perluas Ekspor Produk Olahan Kakao Indonesia

Selasa, 3 November 2026 - 15:41 WIB

Polres Cimahi Gencarkan Operasi Miras Ilegal, Barang Bukti Berhasil Diamankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Saldi Isra Ingatkan Generasi Muda, Penggunaan AI Jangan Sampai Mengikis Kemampuan Berpikir Kritis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:58 WIB

ITB Kembangkan Teknologi Rumah Garam di Jeneponto, Dorong Produktivitas dan Kualitas Garam Rakyat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:30 WIB

Dede Yusuf Soroti Dana Hibah Pemilu, Usulkan NPHD Dikelola Pemerintah Pusat

Berita Terbaru