Pesantren Agrobisnis Al Ittifaq Rancabali Menjadi Daya Tarik Jokowi

- Jurnalis

Rabu, 8 Maret 2023 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Joko Widodo mengapresiasi Pondok Pesantren Al Ittifaq Rancabali Kabupaten Bandung yang telah sukses mengembangkan usaha agrobisnis. Senin (6/3/2023).

Presiden Joko Widodo mengapresiasi Pondok Pesantren Al Ittifaq Rancabali Kabupaten Bandung yang telah sukses mengembangkan usaha agrobisnis. Senin (6/3/2023).

Infobandungnews– Pesantren Al Ittifaq Rancabali Kabupaten Bandung baru saja dikunjungi Presiden Joko Widodo Senin (6/3/2023).

Presiden tertarik bahkan mengapresiasi model bisnis pertanian yang dikembangkan di pesantren ini.

Seperti apa sebenarnya daya tarik Presiden sehigga mengatakan pesantren ini dapat menjadi model pesantren berbasis pertanian. “Tinggal menginduk dan copy paste,” kata Presiden.

Presiden Jokowi memetik buah jeruk dekopon salah satu hasil unggulan dari pesantren al Ittifaq Rancabali Kabupaten Bandung. Senin (6/3/2023).

Sesuai dengan namanya pesantren agrobisnis, pesantren ini tidak hanya mengajari santrinya mengaji kitab-kitab qurani tapi juga kitab-kitab alamiyah, yang bersumber dari alam dan mempraktekkannya.

Salah satu prakteknya yang menonjol adalah sesuai dengan alam sekitarnya yang subur dengan hasil pertanian. Dikembangkanlah produk-produk pertanian.

Hasilnya produk pertanian dijual ke pasar minimarket, supermarket dan langganannya yang tersebar di berbagai kawasan.

Selain produksi sendiri, pesantren ini juga menampung hasil pertanian dan dijualnya ke pasar.

Jadi fungsi pesantren bukan hanya produksi tetapi juga menjadi pengepul dan distributor hasil pertanian rakyat sekitar pesantren.

Model pesantren demikian  dikembangkan adalah karena tidak semua santri akan memilih jalan sebagai pendakwah atau ustaz.

Oleh karena itu, diperlukan keterampilan lain yang dimiliki santri yaitu keterampilan bisnis pertanian.

Bidang agro bisnis dipilih pesantren sebab berdasarkan letak geografis pondok yang berada di area pertanian di Desa Alam Endah, Kabupaten Bandung.

Berbagai usaha pertanian dijalankan dengan peran para santri didalamnya, dari mulai menanam hingga pengemasan dan pemasaran ke berbagai tempat.

Seorang pengurus Pondok Pesantren al-Ittifaq, Rizal Fauzi (26) menceritakan saat ini pondok pesantren yang didirikan pada 1934 dikelola generasi ketiga yaitu KH Fuad Affandi (alm)  Keterlibatan santri dalam usaha agro bisnis sendiri katanya dimulai pada 1970-an.

Bisnis pertanian semakin berkembang, sehingga produk pesantren dipasarkan ke supermarket di wilayah Bandung Raya. Saat itu katanya, produk pertanian dijual ke bandar. Namun, saat ini pemasaran langsung dikirim ke supermarket.

“Santri mengolah tanaman dari mulai pembibitan, menanam hingga panen,” ujarnya.

Rizal mengungkapkan rata-rata santri tradisional memiliki latarbelakang anak putus sekolah, tidak mampu dan tengah berhadapan dengan hukum.

Dengan usia SMP dan SMA. Mereka katanya ada yang berasal dari Tasikmalaya, Garut dan Cianjur dan digratiskan tinggal selama di pondok pesantren.

Menurutnya, kegiatan santri tradisional sejak pukul 07.00 Wib hingga 11.00 Wib berada di kebun milik pesantren seluas 14 hektare. Kemudian tiap beres salat wajib berjamaah mereka katanya mengaji kitab kurang lebih maksimal dua jam.

“Santri disini dengan yang tidak mukim jumlahnya 1.000 orang. Kalau yang mondok ada 300 orang. Santri Salafinya ada 100 orang,” katanya seperti dilansir dari Republika.id.

Yg-IBN 001

 

Berita Terkait

Jelang Reaktivasi Bandara Husein, Pemkot Bandung Genjot Perbaikan Infrastruktur dan Akses Transportasi
Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya dan Gerakan Pangan Murah Meriahkan Soreang, Perkuat Ketahanan Pangan dan Pelestarian Budaya Sunda
JPO Terminal Cicaheum Dibongkar, Pemkot Bandung Siapkan Kawasan untuk Depo BRT
Merasa Dizalimi, Guru PPPK di Kabupaten Bandung Gugat BKPSDM Usai Dipecat karena Diduga Jadi Istri Kedua ASN
Mulai 1 Juli, Driver Gojek dan Grab Terima 92% Pendapatan, Potongan Aplikasi Turun Jadi 8%
Investasi Rp11 Triliun Masuk Bandung, Farhan Siapkan Angkot Listrik hingga 850 Titik PJU Baru
Cegah Kejahatan, RT dan RW di Bandung Barat Diminta Rutin Cek Indekos dan Kontrakan
Relokasi Bus AKAP/AKDP Bandung Belum Tuntas, Tersisa 20 Persen Masih di Cicaheum

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:52 WIB

Jelang Reaktivasi Bandara Husein, Pemkot Bandung Genjot Perbaikan Infrastruktur dan Akses Transportasi

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:29 WIB

Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya dan Gerakan Pangan Murah Meriahkan Soreang, Perkuat Ketahanan Pangan dan Pelestarian Budaya Sunda

Jumat, 26 Juni 2026 - 20:41 WIB

Merasa Dizalimi, Guru PPPK di Kabupaten Bandung Gugat BKPSDM Usai Dipecat karena Diduga Jadi Istri Kedua ASN

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:29 WIB

Mulai 1 Juli, Driver Gojek dan Grab Terima 92% Pendapatan, Potongan Aplikasi Turun Jadi 8%

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:13 WIB

Investasi Rp11 Triliun Masuk Bandung, Farhan Siapkan Angkot Listrik hingga 850 Titik PJU Baru

Berita Terbaru