Infobandungnews – Klub profesional yang berlaga di Indonesia Basketball League (IBL), Hangtuah Jakarta, mulai menjajaki Kabupaten Bandung sebagai calon markas baru atau home base untuk menghadapi kompetensi musim mendatang.
Rencana tersebut dibahas dalam kunjungan manajemen Hangtuah Jakarta ke Kabupaten Bandung. Pertemuan itu dihadiri Bupati Bandung Dadang Supriatna, CEO Hangtuah Jakarta Kurniawan Santoso, Ketua Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Bandung Saeful Bachri, serta sejumlah unsur terkait.
CEO Hangtuah Jakarta Kurniawan Santoso mengatakan, Kabupaten Bandung dan kawasan Bandung Raya memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga bola basket. Atas pertimbangan tersebut, Hangtuah mulai mempertimbangkan pemindahan home base tim profesionalnya ke Kabupaten Bandung.
Meski tetap mempertahankan akademi di Jakarta dan sejumlah daerah lainnya, Hangtuah secara khusus melihat Kabupaten Bandung sebagai lokasi yang potensial untuk menjadi pusat aktivitas tim profesional.
“Kami sedang berproses untuk menjajaki agar ber-home base di Kabupaten Bandung untuk periode liga mulai dari tahun depan,” ungkapnya, Kamis (1/10/2026).
Menurut Kurniawan, potensi tersebut tidak hanya terlihat dari perkembangan prestasi basket daerah melalui berbagai kompetisi seperti Porprov, Porda, hingga liga pelajar. Dukungan fasilitas olahraga juga menjadi salah satu pertimbangan penting.
Salah satunya adalah kawasan olahraga Jalak Harupat yang dinilai memiliki fasilitas memadai dan berpeluang menjadi salah satu venue basket terbesar yang digunakan dalam kompetisi IBL.
Apabila rencana tersebut terealisasi, kehadiran Hangtuah di Kabupaten Bandung diharapkan mampu memperkuat sistem pembinaan atlet daerah. Selain itu, keberadaan klub profesional juga berpotensi meningkatkan gairah masyarakat dalam menyaksikan dan mendukung pertandingan bola basket.
Ketua Perbasi Kabupaten Bandung Saeful Bachri menyambut positif rencana tersebut. Menurutnya, kehadiran tim profesional IBL di Kabupaten Bandung dapat menjadi pemicu perkembangan ekosistem bola basket, mulai dari level pembinaan hingga jenjang profesional.
“Dengan home base di Soreang, otomatis ini menjadi keunggulan buat kita, buat insan basket di Kabupaten Bandung, karena home base-nya di Soreang. Otomatis harapan membangun ekosistem antara pembinaan amatir ke profesionalnya nyambung,” ujarnya.
Saeful menjelaskan, Kabupaten Bandung saat ini memiliki sekitar 30 klub basket yang tersebar di 16 kecamatan. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk membangun ekosistem basket yang lebih terintegrasi.
Menurutnya, kehadiran Hangtuah dapat diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kualitas atlet, tetapi juga memperkuat kapasitas pelatih dan tata kelola manajemen klub. Bahkan, berbagai pertandingan yang digelar nantinya dapat membuka peluang keterlibatan UMKM lokal.
Kolaborasi antara Hangtuah Jakarta dan Kabupaten Bandung diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembinaan bola basket daerah. Dengan jalur pembinaan yang lebih terhubung dari tingkat amatir menuju profesional, peluang lahirnya atlet berprestasi dari Kabupaten Bandung diharapkan semakin terbuka tanpa harus meninggalkan daerah asalnya.









