Lapak Pedagang Terminal Cicaheum Mulai Dibongkar, Tersisa Beberapa Kios Jelang Pembangunan Depo BRT

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews – Puluhan lapak pedagang yang sebelumnya memenuhi kawasan Terminal Cicaheum, Kota Bandung, mulai dibongkar sebagai bagian dari persiapan pembangunan depo Bandung Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya. Hingga Selasa (25/8/2026), masih terdapat sejumlah lapak yang bertahan dan tinggal menunggu waktu untuk dibongkar.

Salah seorang pedagang, Nur, tampak sibuk membereskan berbagai barang dagangannya. Kios yang berada di sebelah lapaknya sudah tidak lagi digunakan, sementara beberapa lapak lainnya telah dibongkar hingga menyisakan area kosong.

Perempuan berusia 61 tahun tersebut setiap hari menjajakan masakan khas Padang di kios berukuran sekitar 2×4 meter. Kondisi tempat berjualannya cukup sederhana, hanya dilengkapi etalase, meja kayu, kursi, serta sejumlah perlengkapan untuk menyajikan makanan. Tidak tersedia pendingin ruangan maupun kipas angin sehingga suasana di dalam lapak terasa cukup panas ketika matahari sedang terik.

Nur mengaku telah mengetahui rencana pembongkaran kios di Terminal Cicaheum. Bahkan, dirinya sudah empat kali mendapatkan imbauan untuk segera mengosongkan tempat usaha tersebut. Namun, meninggalkan lapak yang selama puluhan tahun menjadi sumber penghasilannya bukan perkara mudah.

Sejak 1994, Nur menggantungkan penghasilan dari berjualan di lokasi tersebut. Di kalangan pedagang dan sopir bus, dirinya cukup dikenal dengan sapaan Uni karena berasal dari Sumatera.

“Nanti (dibongkar) belum sekarang, ini dulu beres-beres. Sekitar jam 16.00 WIB mau pindahan,” kata Nur.

Pedagang Sempat Menolak Rencana Depo BRT

Sebelum proses pembongkaran berlangsung, para pedagang Terminal Cicaheum sempat menyampaikan penolakan terhadap rencana perubahan fungsi kawasan tersebut menjadi depo BRT Bandung. Bahkan, mereka sempat menggalang petisi sebagai bentuk keberatan.

Nur menjadi salah satu pedagang yang ikut dalam penolakan tersebut. Namun, berbagai upaya yang dilakukan tidak berhasil menghentikan rencana pemerintah. Para pedagang akhirnya harus menerima kenyataan bahwa lapak yang selama ini menjadi tempat mencari nafkah akan ditinggalkan.

“Pemerintah nggak bisa nolak, kita. Pemerintah lebih keras dari kita. Kita kan cuman ini rakyat, Dek, nggak bisa kita apa-apain. Itu kan pemerintah, nggak bisa,” papar Nur.

Di sisi lain, pemerintah memberikan kompensasi kepada para pedagang yang terdampak. Besaran uang yang diterima setiap pedagang berbeda-beda. Nur menyebut kompensasi tersebut akan digunakannya untuk menyewa tempat usaha baru di pasar.

“Ada yang Rp7 juta, ada yang Rp11 juta, ada yang Rp20 juta, ada Rp30 juta, macem-macem,” sebutnya.

Berharap Masih Bisa Berjualan di Terminal Cicaheum

Di tengah rasa kehilangan atas tempat usaha yang telah ditempatinya selama lebih dari tiga dekade, Nur masih menyimpan harapan agar pedagang diberikan ruang untuk kembali berjualan di kawasan Terminal Cicaheum.

Baca Juga :  Saeful Bachri Perkuat Ketahanan Pangan di Arjasari, Program ASRI dan Hilirisasi Jadi Andalan

Harapan tersebut muncul meski pemerintah telah memastikan kawasan itu nantinya difungsikan sebagai depo BRT Bandung Raya dan tidak lagi menyediakan area khusus bagi pedagang.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kota Bandung, terdapat sebanyak 115 kios di kawasan Terminal Cicaheum. Terminal tersebut nantinya mengalami perubahan fungsi menjadi depo untuk mendukung operasional BRT Bandung Raya.

Sementara itu, layanan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) akan dialihkan ke Terminal Leuwipanjang.

Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi, sebelumnya menyampaikan bahwa perpindahan fungsi tersebut ditargetkan dapat mulai diterapkan pada akhir 2025 atau awal 2026.

Namun, hingga saat ini belum ada jadwal pasti yang diterima pihak terminal lantaran sosialisasi resmi dari pemerintah terkait tahapan pelaksanaan masih belum dilakukan.

Penumpang Diminta Beralih ke Terminal Leuwipanjang

Sebelumnya, Asep Supriyadi juga menyampaikan bahwa proses pengosongan layanan bus di Terminal Cicaheum telah dimulai sejak Senin (25/5/2026). Meski demikian, sejumlah calon penumpang masih mendatangi terminal tersebut untuk melakukan perjalanan ke luar provinsi maupun berbagai wilayah di Jawa Barat.

“Sesuai instruksi per tanggal kemarin ini dalam suratnya ini per 25 Mei ini harus kosong,” kata Asep saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Menurut Asep, sejumlah bus masih datang ke Terminal Cicaheum untuk menaikkan penumpang. Hal itu terjadi karena masih ada masyarakat yang belum mengetahui bahwa pusat operasional bus telah dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang.

Pool bus kini berada di Leuwipanjang, tetapi kendaraan masih melintas ke kawasan Cicaheum untuk mengangkut penumpang yang belum mengetahui perubahan lokasi keberangkatan atau mengalami kesulitan untuk menuju Terminal Leuwipanjang.

“Banyak penumpang yang selama ini beli masih beli offline jadi mereka langsung datang ke terminal Cicaheum, tidak tahu kalau bus sebenarnya ini sudah di Leuwipanjang semua,” kata Asep.

Asep menuturkan, Dinas Perhubungan Kota Bandung terus memberikan informasi kepada masyarakat, khususnya calon penumpang yang masih membeli tiket secara langsung di terminal. Pengumuman tersebut disampaikan secara berkala agar masyarakat mengetahui bahwa seluruh operasional bus telah dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang.

“Kita rutin beri imbauan pemberitahuan kalau semua operasional bus dipindah ke Leuwipanjang. Makanya sebagian layanan juga sudah tutup bus, tapi ada tetap yang melayani karena memang tugas kita,” papar Asep.

Dengan berkurangnya aktivitas penumpang dan bus di Terminal Cicaheum, proses penutupan kawasan tersebut diharapkan dapat dilakukan lebih mudah sebelum area terminal sepenuhnya digunakan untuk mendukung pembangunan dan operasional BRT Bandung Raya.***

Berita Terkait

Penerbangan Komersial Kembali Menggeliat di Bandara Husein Sastranegara Bandung
Angkot Listrik Mulai Diuji Coba di Kota Bandung, Kopamas Soroti Masa Depan Transportasi Umum
Warga Bandung Raya Resah Masuk Desil 10 DTSEN, Pemkot Siapkan Verifikasi Data
Pemkot Bandung Siapkan Penanaman Kembali Pohon di Jalan Riau
Dedi Mulyadi Pastikan PKL Terdampak Penertiban Kiaracondong Dapat Bantuan
Simulasi Rekayasa Lalu Lintas Jembatan Dayeuhkolot Digelar 18 Agustus, Ini Jalur Alternatifnya
Lomba Pidato AHY Muda Buka Ruang bagi Pelajar Jabar Sampaikan Gagasan untuk Indonesia
Satpol PP Bandung Tertibkan 645 Bangunan Liar Selama 2026, Penataan Kota Terus Diperkuat

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:12 WIB

Lapak Pedagang Terminal Cicaheum Mulai Dibongkar, Tersisa Beberapa Kios Jelang Pembangunan Depo BRT

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:10 WIB

Penerbangan Komersial Kembali Menggeliat di Bandara Husein Sastranegara Bandung

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:02 WIB

Warga Bandung Raya Resah Masuk Desil 10 DTSEN, Pemkot Siapkan Verifikasi Data

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:58 WIB

Pemkot Bandung Siapkan Penanaman Kembali Pohon di Jalan Riau

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:26 WIB

Dedi Mulyadi Pastikan PKL Terdampak Penertiban Kiaracondong Dapat Bantuan

Berita Terbaru