Pemprov Jabar Tak Jadi Investor Tunggal BRT Bandung Raya, Dedi Mulyadi Utamakan Pemerataan Pembangunan

- Jurnalis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memutuskan tidak menjadi satu-satunya investor dalam pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya. Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk komitmen untuk menjaga pemerataan pembangunan di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan, meskipun proyek BRT Bandung Raya memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan, keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mengharuskan pemerintah membagi prioritas pembangunan secara lebih proporsional.

Menurut Dedi, anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus memberikan manfaat bagi seluruh daerah, bukan hanya terfokus di Kota Bandung. Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah lain juga harus tetap menjadi perhatian agar tidak terjadi kesenjangan pembangunan.

“Anggaran Jawa Barat bukan hanya untuk Kota Bandung, tetapi juga untuk seluruh kabupaten dan kota. Jangan sampai pembangunan hanya terkonsentrasi di satu wilayah sementara daerah lain tertinggal,” ujar Dedi Mulyadi usai peresmian pembangunan infrastruktur BRT Bandung Raya di Terminal Leuwipanjang, Bandung, Rabu (22/7/2026).

Dengan tidak menjadi investor tunggal, Pemprov Jabar membuka peluang kolaborasi pendanaan bersama pemerintah pusat, swasta, maupun mitra investasi lainnya. Skema tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan proyek BRT sekaligus mengurangi beban keuangan daerah.

Selain memastikan proyek tetap berjalan, langkah ini juga memberikan ruang bagi pemerintah untuk tetap mengalokasikan anggaran pembangunan ke daerah-daerah yang masih membutuhkan peningkatan infrastruktur dasar.

Di sisi lain, Dedi menegaskan bahwa pengembangan transportasi massal tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Setelah Bandung Raya, Pemprov Jabar juga menaruh perhatian terhadap pengembangan sistem transportasi terintegrasi di kawasan Bogor Raya dan Bekasi Raya, yang dinilai memiliki tingkat pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi yang sangat tinggi.

Menurutnya, kemacetan di kawasan aglomerasi tersebut membutuhkan solusi jangka panjang melalui penyediaan transportasi publik yang modern, terintegrasi, dan mampu memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat.

Berita Terkait

Yusril Ingatkan Sayembara Tangkap Begal Berpotensi Memicu Aksi Main Hakim Sendiri
Kapolda Jabar Dukung Sayembara Tangkap Begal, Ajak Warga Aktif Jaga Keamanan Lingkungan
Saeful Bachri: Pengawasan Pemerintahan Harus Berdampak Nyata, Data Akurat Jadi Kunci Bantuan Tepat Sasaran
Pemprov Jabar Tegaskan Sanksi Berat bagi ASN yang Terbukti Melanggar Aturan Terkait LGBT
Saeful Bachri: Kebutuhan SMAN dan SMKN Harus Disesuaikan dengan Jumlah Penduduk
Resmi Ditutup Permanen, Jalan Diponegoro Depan Gedung Sate Tak Lagi Bisa Dilalui Kendaraan
DLH Jabar: Tumpahan Batu Bara di Pantai Pangandaran Ubah Kualitas Air Laut, Logam Berat Ditemukan di Sedimen
Sambut HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Demokrat Kabupaten Bandung Gelar Aksi Sosial dan Gerakan Peduli Lingkungan

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:44 WIB

Yusril Ingatkan Sayembara Tangkap Begal Berpotensi Memicu Aksi Main Hakim Sendiri

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:08 WIB

Pemprov Jabar Tak Jadi Investor Tunggal BRT Bandung Raya, Dedi Mulyadi Utamakan Pemerataan Pembangunan

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:35 WIB

Kapolda Jabar Dukung Sayembara Tangkap Begal, Ajak Warga Aktif Jaga Keamanan Lingkungan

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:51 WIB

Saeful Bachri: Pengawasan Pemerintahan Harus Berdampak Nyata, Data Akurat Jadi Kunci Bantuan Tepat Sasaran

Selasa, 14 Juli 2026 - 00:14 WIB

Pemprov Jabar Tegaskan Sanksi Berat bagi ASN yang Terbukti Melanggar Aturan Terkait LGBT

Berita Terbaru