Bernyanyi Bersama Dengan Genre Musik Asik Ala 3 PEKA

- Jurnalis

Jumat, 25 November 2022 - 16:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berbagai genre musik ada di indonesia dimulai dari dangdut,koplo,pop dan sebagainya menjadi primadona pendengar musik tanah air.

Adapun hal yang unik dilakukan oleh pemandu lagi asal Kabupaten Bandung berhijrah yang biasanya pemandu lagu hadir di tempat karaoke kini mereka eksis di acara panggung tanah air.

Sebut saja 3 PEKA pemandu lagu yang sedang eksis ini memiliki konsep berbeda dengan pemandu lagu lainnya dimana setiap penampilan mereka hadir di Kedai atau Cafe di Kabupaten Bandung maupun diajang event musik nasional.

Bugie salahsatu pendiri 3 PEKA menyebutkan bahwa semua orang suka dengan karaoke maka kami hadirkan dengan konsep baru agar ada hal unik yang bisa kita tampilkan.

“Biasanya Pemandu Karaoke ada di tempat dunia malam tapi kami hadir di berbabagi kedai maupun event nasional dengan konsep baru maka stigma negatif tentang pemandu karaoke bisa di positifkan karena kami sing a song di kedai -kedai atau event nasional” Ujar Bugie

Genre yang dibawakan oleh pemandu lagu 3 PEKA ini berbagai genre dibawakan tergantung keinginan penonton yang ingin bernyanyi bersama mereka.

“all genre sih kita bawakan yang penting penonton semua happy dan menikmati lantunan lagu yang kami bawakan” Tambahnya.

3 PEKA memiliki arti “Tiga Pemandu Karaoke” Agar mudah di ingat kami singkat menjadi “Tiga’Peka”.  terdiri dari  3 personi diantaranya Trefiadi Vitrada (Pepi),Angga Lesmana (Ale) dan Muhamad Bagja (Bugie).

Harapan dari pemandu karaoke 3 PEKA berkeinginan bisa menjadi pilihan hiburan yang unik dan menyenangkan. Di tambah dengan konsep yang fresh. Apalagi bagi mereka yang penonton dapat bernyanyi bersama-sama.

“Apalagi dipandunya oleh 3 PEKA pasti akan semakin bahagia percaya deh,dibawa happy, enjoy dan ngga kaku, Let’s Sing Together with 3 PEKA” tutup Bugie

OAR(IBN002)

Berita Terkait

80 Persen Bus AKDP dan AKAP Sudah Beroperasi di Terminal Leuwipanjang, Cicaheum Bersiap Jadi Pusat BRT
Pemkot Bandung Perluas Penataan PKL, Sejumlah Kawasan Strategis Jadi Sasaran Tahun 2026
Demokrat Kabupaten Bandung Gelar Pemotongan Hewan Kurban, Perkuat Semangat Kebersamaan dan Kepedulian
Dedi Mulyadi Jawab Kritik Pembongkaran PKL di Trotoar Bandung: “Hak Pejalan Kaki Harus Dikembalikan”
Dedi Mulyadi Geram Trotoar Subang Dibongkar Lagi untuk Galian Kabel Fiber Optik
Dedi Mulyadi Pantau Penertiban Kios Di Sukajadi, Pedagang Keluhkan Relokasi Belum Jelas
Pemprov Jabar Hentikan Izin Wisata dan Perumahan di Kawasan Hutan untuk Cegah Bencana
13 Kiai di Jawa Barat Tertipu Modus Program MBG, Aset Pesantren Melayang

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:33 WIB

80 Persen Bus AKDP dan AKAP Sudah Beroperasi di Terminal Leuwipanjang, Cicaheum Bersiap Jadi Pusat BRT

Jumat, 29 Mei 2026 - 08:48 WIB

Pemkot Bandung Perluas Penataan PKL, Sejumlah Kawasan Strategis Jadi Sasaran Tahun 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:16 WIB

Demokrat Kabupaten Bandung Gelar Pemotongan Hewan Kurban, Perkuat Semangat Kebersamaan dan Kepedulian

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:27 WIB

Dedi Mulyadi Jawab Kritik Pembongkaran PKL di Trotoar Bandung: “Hak Pejalan Kaki Harus Dikembalikan”

Senin, 18 Mei 2026 - 08:10 WIB

Dedi Mulyadi Geram Trotoar Subang Dibongkar Lagi untuk Galian Kabel Fiber Optik

Berita Terbaru