Infobandungnews – Kegiatan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung resmi ditutup setelah berlangsung selama satu hari di Gedung Oriza Sativa, Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Soreang, Selasa (19 Mei 2026). Penutupan kegiatan dilakukan oleh Ketua Harian Kwarcab Kabupaten Bandung, Saeful Bachri yang mewakili Ketua Kwarcab.
Rakercab tersebut menghasilkan sejumlah program kerja dan agenda prioritas yang akan dijalankan pada tahun 2027 mendatang sebagai upaya memperkuat peran Gerakan Pramuka dalam pembinaan generasi muda.
Dalam sambutannya, Kak Saeful Bachri menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka memiliki tiga pilar utama yang menjadi dasar pendidikan kepramukaan sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.
Menurutnya, pilar pertama adalah Tri Satya, yang menjadi janji dan komitmen setiap anggota Pramuka dalam menjalankan kewajiban kepada Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan sesama manusia.
Pilar kedua adalah Dasa Darma, yang memuat sepuluh nilai moral dan sikap yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh setiap anggota Pramuka.
Sementara pilar ketiga yaitu Tri Bina, yang meliputi pembinaan diri, pembinaan satuan, dan pembinaan masyarakat. Melalui konsep tersebut, Gerakan Pramuka diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki rasa cinta tanah air.

Kak Saeful Bachri yang akrab disapa Kak Eful menegaskan bahwa keberhasilan Gerakan Pramuka sangat ditentukan oleh peran tiga unsur utama, yakni Kwartir Cabang (Kwarcab), Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat), serta Gugus Depan (Gudep).
Menurutnya, Kwarcab memiliki peran sebagai penguat organisasi, Pusdik menjadi pusat pendidikan dan pelatihan, sedangkan Gugus Depan berfungsi sebagai ujung tombak pembinaan anggota Pramuka sekaligus pelaksana kegiatan organisasi di tingkat paling bawah.
Kak Eful menambahkan, Rakercab adalah salah satu kegiatan dalam oraganisasi dengan tujuan untuk menyusun, membahas, dan menetapkan program kerja organisasi dalam satu periode ke depan agar pelaksanaan kegiatan kepramukaan di Kabupaten Bandungberjalan terarah, efektif, dan sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka.
“Perlu kita apresiasi bersama bahwa di bawah kepemimpinan Kak Emma Dety Permanawati, Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat signifikan. Kehadiran serta kepemimpinan beliau benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh jajaran Pramuka, khususnya 31 Kwartir Ranting di Kabupaten Bandung. Istilah Sunda ‘katara, karasa, karampa’ sangat tepat menggambarkan keberhasilan kepemimpinan beliau yang nyata terlihat, dirasakan, dan memberikan dampak langsung bagi kemajuan organisasi. Karena itu, kita semua berharap dan mendukung agar beliau dapat kembali memimpin Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung pada periode selanjutnya,” ungkap Saeful Bachri.
“Dengan berakhirnya Rakercab ini, diharapkan Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung semakin maju dan mampu melahirkan generasi muda yang berkualitas, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.” tutupnya.









