Infobandungnews – Peta preferensi politik masyarakat Indonesia kembali menunjukkan dinamika menjelang Pemilu 2029. Hasil survei nasional terbaru Indonesia Political Opinion (IPO) periode 27 Juli–3 Agustus 2026 menempatkan Partai Demokrat di posisi keempat dengan elektabilitas sebesar 8,1 persen.
Dalam simulasi apabila pemilihan anggota DPR RI dilaksanakan saat survei digelar, Partai Demokrat berada di bawah Partai Gerindra yang memperoleh 17,5 persen, PDI Perjuangan 12,8 persen, dan Partai Golkar 10,4 persen.
Posisi tersebut menempatkan Demokrat sebagai salah satu partai dengan tingkat elektabilitas tertinggi dalam survei nasional tersebut. Di bawah Demokrat terdapat PKB dengan 7,0 persen, PAN 5,1 persen, PKS 4,6 persen, dan Partai NasDem 4,4 persen. Sementara sejumlah partai lainnya masih berada di bawah angka 2 persen.
Demokrat Bertahan di Empat Besar
Capaian 8,1 persen menjadi salah satu indikator bahwa Partai Demokrat masih memiliki basis dukungan yang cukup kuat di tengah persaingan antarpartai politik nasional.
Namun, angka tersebut juga perlu dibaca secara proporsional. Survei bukanlah hasil pemilu dan preferensi pemilih masih sangat mungkin berubah seiring perkembangan politik, kinerja pemerintahan, kondisi ekonomi, serta munculnya isu maupun figur politik baru.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah sebelumnya menyampaikan bahwa posisi partai politik sangat dinamis. Dalam survei yang sama, Gerindra berada di posisi teratas. Menurut Dedi, posisi Gerindra sebagai partai pengusung Presiden Prabowo Subianto turut memengaruhi tingkat elektabilitasnya.
Menariknya, masih terdapat 24,6 persen responden yang belum menentukan pilihan atau memilih merahasiakan pilihannya. Besarnya proporsi pemilih yang belum menentukan sikap tersebut menunjukkan bahwa persaingan politik menuju Pemilu 2029 masih terbuka dan dapat mengalami perubahan.
Persaingan Partai Masih Terbuka
Jika melihat keseluruhan hasil survei, Gerindra memimpin dengan 17,5 persen, diikuti PDI Perjuangan 12,8 persen dan Golkar 10,4 persen. Demokrat kemudian berada di urutan keempat dengan 8,1 persen.
Sementara itu, PKB mengantongi 7,0 persen, PAN 5,1 persen, PKS 4,6 persen, dan NasDem 4,4 persen. PSI tercatat 1,9 persen, PPP 1,6 persen, Perindo 0,9 persen, Partai Gerakan Rakyat 0,5 persen, Gelora 0,4 persen, dan Hanura 0,2 persen.
Data tersebut memperlihatkan adanya jarak elektabilitas yang cukup ketat di kelompok partai papan tengah. Demokrat yang berada di posisi keempat hanya terpaut 1,1 poin persentase dari Golkar, sementara selisih dengan PKB di posisi kelima mencapai 1,1 poin persentase.
Kondisi ini membuat posisi empat besar bukan sesuatu yang dapat dianggap permanen. Konsistensi kerja politik, penguatan struktur organisasi, kualitas kader, serta kemampuan partai dalam merespons persoalan masyarakat akan menjadi faktor penting dalam mempertahankan sekaligus meningkatkan dukungan publik.
Metodologi Survei
Survei IPO dilakukan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.200 responden. Responden dipilih menggunakan metode multistage random sampling atau stratified multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar ±2,9 persen.
Responden merupakan masyarakat berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Pemilihan sampel dilakukan secara bertingkat mulai dari wilayah desa atau kelurahan, kemudian pemilihan RT, keluarga atau rumah tangga, hingga satu responden pada setiap keluarga menggunakan metode acak.
Selain mengukur elektabilitas, IPO juga mencatat tingkat popularitas partai. Dalam kategori ini, PDI Perjuangan berada di posisi teratas dengan 97,5 persen, disusul Golkar 97 persen dan Gerindra 93,8 persen. Partai Demokrat tercatat memiliki tingkat popularitas 70,5 persen.
Momentum Memperkuat Kepercayaan Publik
Bagi Partai Demokrat, capaian 8,1 persen dapat dipandang sebagai modal sekaligus tantangan. Masuknya Demokrat dalam jajaran empat besar menunjukkan masih adanya kepercayaan publik yang perlu dipertahankan dan dikembangkan.
Angka survei tersebut seharusnya tidak hanya dibaca sebagai pencapaian elektoral, tetapi juga menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kerja-kerja politik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Konsolidasi organisasi, peningkatan kualitas kader, penguatan komunikasi politik, serta keberpihakan terhadap persoalan masyarakat menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan tersebut.
Pada akhirnya, elektabilitas bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang seberapa jauh masyarakat merasakan keberadaan dan manfaat kerja politik sebuah partai.
Bersama rakyat, Partai Demokrat terus berkomitmen hadir, mendengar aspirasi, memperjuangkan kepentingan masyarakat, serta mendorong perubahan dan perbaikan bagi Indonesia.
Sumber: Indonesia Political Opinion (IPO), hasil survei nasional periode 27 Juli–3 Agustus 2026; ANTARA; Kumparan; Inilah.com.









