Infobandungnews – Sebanyak tiga kepala keluarga (KK) yang berjumlah 16 orang diketahui bermukim di kawasan terpencil di atas Gunung Solok Pandan, Kampung Cijanten RW 10, Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat.
Keterbatasan akses menjadi salah satu kendala yang selama ini harus dihadapi warga. Dari jalan utama, perjalanan menuju tempat tinggal mereka masih harus dilanjutkan sekitar 2,5 kilometer dengan melewati jalan setapak yang cukup terjal dan licin.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengatakan, pemerintah daerah tengah menyiapkan penanganan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi setiap keluarga.
Bagi satu keluarga yang memiliki anak usia sekolah, Pemkab Bandung Barat menyiapkan bantuan biaya kontrak rumah di lokasi yang lebih dekat dengan sekolah.
“Untuk satu keluarga yang memiliki anak sekolah, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat akan membantu biaya sewa rumah di lokasi yang lebih dekat dengan sekolah anak,” kata Jeje, Rabu (30/9/2026).
Menurut Jeje, langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi beban anak-anak yang selama ini harus melewati medan sulit ketika berangkat maupun pulang sekolah. Di sisi lain, orang tua tetap bisa menjalankan pekerjaan sebagai petani dan pekebun di tempat tinggal semula.
“Setelah saya lihat langsung kondisi di sini, terutama anak-anak yang setiap hari harus turun naik untuk sekolah, saya menawarkan untuk sementara tinggal di bawah,” katanya.
“Kebunnya tetap bisa dikerjakan, orang tua tetap bisa naik ke sini untuk bertani, tetapi anak-anak bisa tinggal lebih dekat dengan sekolah,” imbuhnya.
Jeje menyebut bantuan sewa rumah merupakan langkah yang dapat direalisasikan dalam waktu relatif dekat. Tujuannya agar anak-anak memperoleh tempat tinggal yang lebih mudah dijangkau dari sekolah sekaligus dapat menjalani aktivitas pendidikan dengan lebih aman.
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah daerah juga menawarkan dukungan biaya kontrak rumah selama dua tahun.
Berbeda dengan keluarga pertama, dua keluarga lainnya memutuskan tetap bermukim di kawasan tersebut karena sumber penghasilan mereka berasal dari aktivitas pertanian dan perkebunan di sekitar rumah.

Untuk dua keluarga tersebut, Pemkab Bandung Barat akan melakukan peninjauan terhadap kondisi tempat tinggal masing-masing dan mengusulkan bantuan rehabilitasi rumah.
“Untuk dua keluarga lainnya yang memilih tetap tinggal di lokasi karena mata pencahariannya berada di sekitar kebun, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat akan segera melihat kebutuhan kondisi rumah masing-masing dan mengusulkan bantuan perbaikan rumah tinggal,” katanya.
Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk penanganan yang mempertimbangkan situasi dan kebutuhan masing-masing keluarga, sehingga solusi yang diberikan tidak disamaratakan.
Sebelumnya, pemerintah desa juga sempat mengajak warga untuk berpindah ke lokasi yang lebih mudah dijangkau. Namun, ajakan tersebut belum diterima karena kegiatan bertani dan berkebun di kawasan tersebut merupakan sumber penghasilan utama keluarga.
“Kalau memang memilih tetap tinggal di sini karena sumber penghidupannya ada di sini, kita cari solusi agar mereka tetap bisa tinggal dengan kondisi yang lebih layak. Kita lihat apa yang perlu diperbaiki dari rumahnya dan kita usulkan bantuannya,” katanya.
Selain aspek hunian, Jeje juga meminta perangkat daerah terkait segera menindaklanjuti persoalan administrasi kependudukan serta pemutakhiran data sosial ekonomi ketiga keluarga tersebut.
Sebelumnya, ketiga keluarga itu diketahui telah memperoleh sejumlah bantuan dari pemerintah. Namun, mereka belum tercatat sebagai penerima bantuan sosial reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), yang berkaitan dengan proses pemutakhiran data serta penetapan desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Jeje menegaskan agar proses tersebut terus dikawal sampai terdapat kepastian. Menurutnya, penanganan masyarakat tidak cukup hanya dengan melakukan pendataan, tetapi harus diteruskan melalui langkah konkret yang sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Jadi kita jangan cuma perbaikan pendataan. Kita pastikan prosesnya berjalan sampai ada kejelasan,” tegasnya.









