Hebat…! Ada 46 Destinasi di Kabupaten Bandung Masuk Jadesta

- Jurnalis

Sabtu, 15 Juni 2024 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf Macan Effendi saat membuka acara Forum Peningkatan Kualitas Tata Kelola Dan Jejaring Destinasi Wisata

Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf Macan Effendi saat membuka acara Forum Peningkatan Kualitas Tata Kelola Dan Jejaring Destinasi Wisata

Infobandungnews.com – Pengembangan destinasi desa wisata di Kabupaten Bandung terus meningkat. Buktinya, tercatat 46 desa wisata sudah masuk dalam Jaringan Desa Wisata (Jadesta) di Kemenparekraf.

Hal tersebut disampaikan Hariyanto, deputi pengembangan destinasi dan infrastruktur Kemenparekraf saat bimtek di Kabupaten Bandung, di Breeze Resto and Cafe Kutawaringin, Kamis (15/6/2024).

Hariyanto, deputi pengembangan destinasi dan infrastruktur Kemenparekraf

“Saya kagum dengan infrastruktur destinasi ini. Pasti ini atas arahan Pak Dede Yusuf yang selalu mendorong berkegiatan di destinasi baru,” ujar Hariyanto.

Acara Forum Peningkatan Kualitas Tata Kelola Dan Jejaring Destinasi Wisatabdi Kabupaten Bandung dibuka oleh Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf Macan Effendi. Turut hadir Sri Utari Widyastuti, direktur pengembangan destinasi I Kemenparekraf. Berikutnya, M. Hailuki (ketua rumah aspirasi Dede Yusuf di dapil Jabar II).

Menurut Hariyanto, ada 6.031 desa wisata yang masuk Jadesta di seluruh Indonesia. Tercatat 464 di antaranya datang dari Jawa Barat. “Hebatnya 46 di antaranya berada di Kabupaten Bandung,” tegas pejabat eselon I Kemenparekraf ini.

Prestasi berikutnya, papar Hariyanto, tercatat tiga desa wisata yang masuk 300 besar ADWI (Anugerah Desa Wisata Indonesia). Yakni Alamendah, Baros, dan Lebak Muncang.

“Desa Alamendah bahkan langganan masuk 50 besar ADWI,” tandasnya.

Sementara itu, Dede Yusuf menekankan perlunya pelibatan masyarakat dalam desa wisata. Jangan sampai masyarakat apatis karena dianggap proyek dan maunya pemerintah.

“PNPM era Presiden SBY itu bagus sekali. Di sana ada aspek pelibatan masyarakat,” kata wakil gubernur Jabar periode 2008-2013 ini.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dr. Dede Yusuf ME

Dalam konsep PNPM (program nasional pemberdayaan masyarakat), papar Dede Yusuf, masyarakat merasa memiliki. Bahkan merencanakan dari awal. Pemerintah hanya beri insentif dari APBN/APBD. Misalnya, satu paket Rp 50 juta.

“Lewat konsep PNPM maka nilai proyeknya bisa jadi 2-3 kali lipat. Warga ikut urunan, nambah modal proyek. Jalan, gang, atau sarana yang dibangun jadi lebih panjang atau luas. Bahkan lebih bagus dibanding dikerjakan pemborong,” ungkap politikus senior Partai Demokrat ini.

Pengembangan desa wisata perlu model baru. Yakni meniru PNPM. “Ini harus kita dorong agar ada pelibatan aktif masyarakat,” tandas Dede Yusuf. (ADG-IBN004)***

 

Berita Terkait

Cegah Kejahatan, RT dan RW di Bandung Barat Diminta Rutin Cek Indekos dan Kontrakan
Relokasi Bus AKAP/AKDP Bandung Belum Tuntas, Tersisa 20 Persen Masih di Cicaheum
Farhan Tegaskan Tak Ada Lagi Pedagang Cuanki dan Nongkrong Hingga Larut Malam di Depan Pusdai Bandung
Pernah Ber-KTP Cimahi, Erwan Setiawan Bangga Saksikan Transformasi Kota Cimahi
Kurangi Kemacetan dan Risiko Kecelakaan, Truk Besar Diarahkan Melintas Lewat Tol Cisumdawu
Satpol PP Kabupaten Bandung Siagakan 30 Personel, Pedagang Asongan Dilarang Berjualan di CFD Al Fathu Soreang
Bupati Garut Lepas Keberangkatan ‘Tour Asia Finish Mekkah’
Pemkot Bandung Tertibkan 174 Bangunan Liar di Terusan Pasirkoja, Kembalikan Fungsi Ruang Jalan

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:47 WIB

Cegah Kejahatan, RT dan RW di Bandung Barat Diminta Rutin Cek Indekos dan Kontrakan

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:19 WIB

Relokasi Bus AKAP/AKDP Bandung Belum Tuntas, Tersisa 20 Persen Masih di Cicaheum

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:14 WIB

Farhan Tegaskan Tak Ada Lagi Pedagang Cuanki dan Nongkrong Hingga Larut Malam di Depan Pusdai Bandung

Senin, 22 Juni 2026 - 20:26 WIB

Kurangi Kemacetan dan Risiko Kecelakaan, Truk Besar Diarahkan Melintas Lewat Tol Cisumdawu

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:09 WIB

Satpol PP Kabupaten Bandung Siagakan 30 Personel, Pedagang Asongan Dilarang Berjualan di CFD Al Fathu Soreang

Berita Terbaru