Infobandungnews – BALEENDAH – Lulusan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Kwartir Ranting (Kwarran) Soreang menyatakan kesiapan untuk menyelenggarakan Pesta Siaga sebagai bentuk implementasi Rencana Tindak Lanjut (RTL) Narakarya. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mengaktualisasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti KMD ke dalam praktik nyata pembinaan kepramukaan di Gugus Depan.
Kesiapan tersebut dibahas dalam pertemuan koordinasi para lulusan KMD yang dilaksanakan pada Senin, 2 November 2026, bertempat di Aula Gedung Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung, Baleendah.
Pertemuan tersebut dihadiri Sekretaris II Kwarcab Kabupaten Bandung, Kak Tatan Munandar, S.Pd., M.M.; Wakil Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Pusdiklatcab) Parahyangan Kabupaten Bandung, Kak Acep Mansyur, S.Pd., M.M.; Kepala Pimpinan Kursus (Kapinsus), Kak Rika Susanti, S.Pd.; serta tim pelatih Pusdiklatcab Parahyangan.
Dalam arahannya, Sekretaris II Kwarcab Kabupaten Bandung, Kak Tatan Munandar, menegaskan bahwa Narakarya harus dimaknai sebagai proses aktualisasi kompetensi dan pembuktian kemampuan seorang pembina setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan kepramukaan.
“Jangan sampai KMD hanya berhenti pada kegiatan kursus dan memperoleh ijazah. Justru setelah mengikuti KMD, para lulusan harus mampu menunjukkan kompetensinya melalui praktik nyata di lapangan. Pesta Siaga ini menjadi momentum untuk membuktikan bahwa pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh selama kursus dapat diterapkan dalam kegiatan pembinaan peserta didik,” ungkapnya.
Menurutnya, penyelenggaraan Pesta Siaga juga harus memperhatikan karakteristik perkembangan peserta didik golongan Siaga. Oleh karena itu, kegiatan hendaknya dirancang secara menarik, menyenangkan, edukatif, serta memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak-anak.
Ia juga berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi pemenuhan kewajiban Narakarya, tetapi mampu menjadi embrio pengembangan program pembinaan Pramuka Siaga yang berkelanjutan di Kwarran Soreang.
Sementara itu, Kepala Pimpinan Kursus (Kapinsus), Kak Rika Susanti, S.Pd., menyampaikan bahwa Narakarya merupakan bagian penting dari kesinambungan proses pendidikan bagi anggota dewasa Gerakan Pramuka. Melalui tahapan ini, peserta KMD diberikan ruang untuk mengimplementasikan hasil pembelajaran sekaligus mengembangkan kemampuan sebagai pembina.
“Narakarya bukan sekadar menyelesaikan tugas setelah mengikuti KMD, melainkan kesempatan untuk belajar melalui pengalaman langsung. Kami berharap para lulusan mampu menerapkan metode kepramukaan, mengembangkan kreativitas, membangun kerja sama, serta menunjukkan tanggung jawab dalam mengelola kegiatan. Pesta Siaga ini diharapkan menjadi pengalaman praktik yang berharga bagi para lulusan KMD,” tuturnya.
Lebih lanjut, keterlibatan tim pelatih Pusdiklatcab dalam proses pendampingan diharapkan dapat memberikan penguatan terhadap pelaksanaan Narakarya, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan hingga evaluasi kegiatan.
Melalui penyelenggaraan Pesta Siaga ini, para lulusan KMD Kwarran Soreang diharapkan tidak hanya mampu menyelenggarakan sebuah kegiatan kepramukaan, tetapi juga semakin memahami peran strategis pembina sebagai tenaga pendidik dalam membentuk karakter, kemandirian, kedisiplinan, dan kecakapan hidup peserta didik.
Langkah ini sekaligus menjadi wujud komitmen Pusdiklatcab Parahyangan Kwarcab Kabupaten Bandung dalam mendorong agar proses pendidikan dan pelatihan anggota dewasa tidak berhenti pada ruang kelas kursus, tetapi berlanjut melalui praktik pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi perkembangan Gerakan Pramuka di tingkat Gugus Depan dan Kwartir Ranting.
KMD adalah proses pembekalan, Narakarya adalah ruang pembuktian, dan kualitas pembinaan peserta didik adalah tujuan akhirnya.









