Infobandungnews – SUMEDANG – Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, resmi melantik sekaligus mengambil sumpah jabatan 15 Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang. Prosesi pelantikan berlangsung pada Jumat (30/10/2026) di Gedung Negara. Dari total pejabat yang dilantik, tujuh di antaranya merupakan wajah baru yang mendapat penugasan sebagai Camat.
Tujuh pejabat yang mengemban tugas baru tersebut yakni Fitriyani sebagai Camat Pamulihan, Haris Iskandar sebagai Camat Wado, Endang Rohmayadi sebagai Camat Rancakalong, Asep Hidayat sebagai Camat Tomo, Amar Marcahya sebagai Camat Cisitu, N. Dewi Ratna sebagai Camat Cisarua, Ence Rasma sebagai Camat Cibugel, serta Sardjono sebagai Camat Buahdua.
Sementara itu, pejabat yang mengalami rotasi atau perpindahan tugas meliputi Risyana sebagai Camat Jatinangor, Deni Nurdani sebagai Camat Cimanggung, Kiki Hakiki sebagai Camat Sumedang Selatan, Idi Suhandi sebagai Camat Sumedang Utara, Lilis Budiani sebagai Camat Situraja, Mamat Hady sebagai Camat Sukasari, dan Dadang Sundara sebagai Camat Ganeas.
Dalam sambutannya, Bupati Dony menekankan pentingnya bagi setiap Camat untuk memahami kondisi dan persoalan masyarakat secara nyata. Ia meminta para pejabat tidak hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi juga aktif hadir di tengah masyarakat guna mengetahui kebutuhan sekaligus merespons berbagai persoalan yang terjadi di wilayah masing-masing.
Menurutnya, seorang Camat harus memiliki kemampuan membangun sinergi dan kerja sama dengan berbagai pihak, mengambil kebijakan secara cermat dan tepat, serta mampu memberikan penyelesaian konkret yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Selain menekankan pelayanan publik, Bupati Dony juga mengingatkan seluruh Camat agar meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi musim penghujan. Langkah tersebut perlu dilakukan melalui identifikasi dan pemetaan daerah yang berpotensi mengalami banjir maupun tanah longsor.
Para Camat juga diminta mempersiapkan upaya antisipasi dan mitigasi bencana sejak dini, sekaligus memastikan perlindungan serta keselamatan masyarakat, khususnya warga yang bermukim di kawasan dengan tingkat kerawanan bencana tinggi.









