Infobandungnews – Letjen Iwan Setiawan memperoleh penugasan baru sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) dalam rangkaian mutasi terbaru di tubuh TNI. Dengan jabatan tersebut, Iwan akan meninggalkan posisi sebelumnya sebagai Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif).
“Benar,” kata sumber saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Nama Iwan juga tercatat dalam sejarah pendakian Indonesia. Ia merupakan salah satu prajurit TNI yang berhasil mencapai puncak Gunung Everest pada 1997. Prestasi tersebut diraihnya ketika posisi Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus dijabat oleh sosok yang kini menjadi Presiden Republik Indonesia.
Sementara itu, jabatan Danpussenif yang ditinggalkan Iwan akan diisi oleh Mayjen Susilo. Penempatan tersebut sekaligus membuat perwira lulusan Akademi Militer (Akmil) 1993 itu memperoleh kenaikan pangkat menjadi bintang tiga.
Sebelumnya, Susilo bertugas sebagai Perwira Tinggi Staf Ahli (Pati Sahli) Tingkat III KSAD Bidang Manajemen Sishanneg. Ia juga memiliki sejumlah pengalaman strategis di lingkungan TNI AD, antara lain pernah menjabat Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2/Kostrad, Kepala Kordos Seskoad, Kepala Staf Kodam (Kasdam) VI/Mulawarman, serta Kepala Staf Divisi (Kasdivif) 3/Kostrad.
Perubahan jabatan turut terjadi di jajaran Kodam Iskandar Muda. Mayjen Joko Hadi yang sebelumnya menjabat Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM) dialihkan menjadi Pati Sahli Tingkat III Bidang Manajemen Sishanneg KSAD.
Posisi Pangdam IM selanjutnya akan ditempati Brigjen Mahesa Fitriadi. Saat ini, Mahesa masih mengemban tugas sebagai Kapoksahli Pangdam IM.
Mutasi berikutnya menyasar Mayjen Suhardi. Perwira yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala Staf Teritorial (Wakaster) TNI tersebut akan mendapat penugasan sebagai Staf Khusus Panglima TNI.
Dalam penugasan barunya, Suhardi juga akan menjalankan tugas khusus di PT Agrinas.***
Sumber : Republika









