Saeful Bachri Ingatkan Bahaya Judol, Pinjol, dan Kecanduan Gadget bagi Generasi Muda

- Jurnalis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews – KABUPATEN BANDUNG – Kemajuan teknologi digital semestinya dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan, meningkatkan produktivitas, dan mendorong kesejahteraan masyarakat. Namun, minimnya literasi serta pengawasan dapat membuat penggunaan perangkat digital memicu persoalan, seperti kecanduan gawai, judi online (judol), hingga jeratan pinjaman online (pinjol).

Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, Saeful Bachri, menilai fenomena tersebut perlu menjadi perhatian bersama. Ketergantungan anak terhadap gawai, kebiasaan remaja menghabiskan waktu di ruang digital, serta maraknya orang dewasa yang terjerat perjudian dan utang menjadi tantangan serius dalam membangun kualitas sumber daya manusia.

“Kalau kondisi ini dibiarkan, dampaknya bukan hanya terhadap individu, tetapi juga terhadap masa depan keluarga dan generasi bangsa,” ujarnya, Senin (19/10/2026).

Saeful menyoroti bagaimana judi online dan pinjaman online dapat melemahkan kondisi keuangan rumah tangga, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Keinginan mendapatkan uang dengan cepat melalui perjudian berisiko membuat seseorang menghabiskan pendapatan, menguras simpanan keluarga, hingga mencari pinjaman untuk terus bermain.

Situasi tersebut semakin berbahaya ketika pinjol dijadikan sumber dana untuk berjudi. Kekalahan mendorong pelaku mencari utang baru, kemudian kembali bermain dengan harapan memperoleh kemenangan untuk membayar kewajibannya.

“Awalnya mencoba judi karena ingin mendapatkan uang cepat. Setelah kalah, meminjam uang melalui pinjol. Ketika tidak mampu membayar, kembali berjudi dengan harapan bisa menutup utang. Ini lingkaran setan yang dapat menghancurkan ekonomi keluarga,” tegasnya.

Menurut Saeful, kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya pendidikan keuangan agar masyarakat mampu mengelola pendapatan secara bijak, memahami risiko utang konsumtif, serta tidak mudah terpengaruh oleh tawaran keuntungan instan.

Di samping persoalan ekonomi, politisi Partai Demokrat itu juga menekankan perlunya perhatian terhadap kebiasaan anak dan remaja dalam memanfaatkan teknologi digital.

Penggunaan gawai tanpa batas dapat memengaruhi fokus belajar, waktu istirahat, hubungan sosial, hingga pembentukan perilaku anak. Oleh karena itu, keluarga, institusi pendidikan, dan pemerintah perlu bersinergi untuk membangun pola penggunaan teknologi yang sehat dan bertanggung jawab.

“Jangan sampai anak-anak kita lebih dekat dengan layar gawai daripada dengan orang tua, guru, dan lingkungan sosialnya. Teknologi harus menjadi alat untuk mencerdaskan, bukan justru membuat generasi muda kehilangan kreativitas, disiplin, dan kemampuan bersosialisasi,” katanya.

Baca Juga :  Dede Yusuf Minta Babinsa Dilibatkan Cegah Perundungan di Sekolah

Ia mengajak para orang tua untuk terlibat aktif dalam mendampingi anak saat menggunakan perangkat digital, termasuk menetapkan batas waktu pemakaian yang sesuai dengan usia. Anak-anak juga perlu diarahkan mengikuti berbagai aktivitas yang membangun karakter dan keterampilan, seperti Pramuka, OSIS, olahraga, Paskibra, serta kegiatan ekstrakurikuler lainnya.

Saeful berpandangan bahwa pemberantasan judi online tidak dapat dilakukan hanya dengan menutup situs atau aplikasi. Diperlukan strategi pencegahan yang menyeluruh melalui kerja sama pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah kabupaten/kota, aparat penegak hukum, regulator keuangan, dan penyelenggara platform digital.

Ia menyampaikan lima langkah yang perlu diperkuat untuk mengatasi persoalan tersebut.

Pertama, memperluas pendidikan literasi digital di sekolah dan lingkungan masyarakat, termasuk pemahaman tentang bahaya perjudian daring, penipuan digital, dan risiko pinjaman online.

Kedua, memperketat pengawasan serta memperkuat penegakan hukum terhadap aktivitas judi online melalui koordinasi antarlembaga.

Ketiga, meningkatkan literasi keuangan keluarga, khususnya dalam mengatur pendapatan, menghindari utang konsumtif, dan mengenali pembiayaan ilegal.

Keempat, memperbanyak ruang kegiatan positif bagi generasi muda melalui olahraga, Pramuka, seni, kewirausahaan, dan berbagai aktivitas komunitas.

Kelima, memperkuat akses terhadap layanan konseling dan pendampingan bagi masyarakat yang menghadapi persoalan penggunaan gawai berlebihan, kecanduan judi, maupun tekanan akibat utang.

Saeful, yang akrab disapa Kang Eful, menegaskan bahwa persoalan kecanduan gawai, judi online, dan pinjaman online tidak sekadar berkaitan dengan perilaku individu, tetapi juga menyangkut kualitas pembangunan manusia dan ketahanan ekonomi masyarakat.

“Kita tidak boleh hanya sibuk membangun infrastruktur fisik, tetapi melupakan pembangunan karakter dan ketahanan ekonomi masyarakat. Artinya, ekonomi tumbuh kalau penghasilan masyarakat justru nanti habis oleh judi dan membayar utang konsumtif,” ujarnya.

Sebagai langkah jangka panjang, ia mendorong penguatan sektor ekonomi produktif melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan keterampilan kewirausahaan, serta pembukaan kesempatan kerja yang lebih luas. Upaya tersebut diharapkan mampu memberikan pilihan penghidupan yang lebih stabil dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Intinya, Jawa Barat membutuhkan generasi yang cerdas digital, bukan generasi yang diperbudak gadget. Kita ingin teknologi menjadi jalan menuju kesejahteraan, bukan pintu masuk ke kemiskinan baru akibat judi online dan jeratan utang,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Bapenda Jabar Relokasi Samsat Pajajaran ke Pusdai, Utamakan Keamanan dan Kenyamanan Wajib Pajak
Saeful Bachri Dorong Program Berkelanjutan untuk Atasi Stunting dan Tampung Aspirasi Masyarakat
Pinjaman Rp3,4 Triliun Pemprov Jabar Dikabarkan Tak Direkomendasikan Kemendagri, Opsi Alternatif Disiapkan
Atasi Banjir Bandung Raya, Pemprov Jabar Siapkan Danau Retensi dan Sodetan pada 2027
Pemprov Jabar Gandeng 86 Rumah Sakit, Perluas Akses Pengobatan bagi Warga
Jangan Korbankan Peternak! Saeful Bachri Desak Pembenahan Tata Niaga Jagung di Jawa Barat
Jabar Sepakati Pinjaman Rp3,4 Triliun ke PT SMI untuk Biayai Infrastruktur
Tembus Pelosok Desa! Pemprov Jabar Kerahkan Mobil Pengecor Jalan, Beton Bisa Diproduksi Langsung di Lokasi

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Saeful Bachri Ingatkan Bahaya Judol, Pinjol, dan Kecanduan Gadget bagi Generasi Muda

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:41 WIB

Bapenda Jabar Relokasi Samsat Pajajaran ke Pusdai, Utamakan Keamanan dan Kenyamanan Wajib Pajak

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Saeful Bachri Dorong Program Berkelanjutan untuk Atasi Stunting dan Tampung Aspirasi Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:28 WIB

Pinjaman Rp3,4 Triliun Pemprov Jabar Dikabarkan Tak Direkomendasikan Kemendagri, Opsi Alternatif Disiapkan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:49 WIB

Atasi Banjir Bandung Raya, Pemprov Jabar Siapkan Danau Retensi dan Sodetan pada 2027

Berita Terbaru