infobandungnews — Pemerintah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terus mendorong regenerasi petani dengan mengembangkan berbagai model usaha pertanian yang memiliki nilai ekonomi. Salah satunya terlihat di Dusun Cibubut, Desa Jayamekar, Kecamatan Cibugel, melalui budidaya labu siam yang digeluti petani muda.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyebut aktivitas yang dilakukan petani milenial seperti Ridwan (30) menjadi bukti bahwa sektor pertanian mampu berkembang menjadi usaha yang menjanjikan. Selain menghasilkan komoditas, kegiatan tersebut juga membuka lapangan pekerjaan dan memperluas jangkauan pemasaran.
“Alhamdulillah, di Cibubut, Desa Jayamekar ini masyarakatnya sejahtera karena bertani seperti (Ridwan petani labu siam) ini. Hasil panennya dipasarkan dan dijual ke luar Sumedang, ke Jakarta, Tangerang dan Bogor,” ujarnya.
Ridwan sendiri mengembangkan komoditas labu siam atau waluh lejet dengan pasar utama di Bogor, Jakarta, dan Tangerang. Khusus untuk wilayah Bogor, kebutuhan komoditas tersebut disebut mencapai sekitar 10 ton setiap harinya.
Dari perhitungan usaha, modal yang diperlukan untuk menghasilkan satu ton labu siam berada di kisaran Rp11 juta. Sementara itu, komoditas tersebut dapat dijual dengan nilai sekitar Rp12,5 juta per ton, sehingga terdapat selisih kurang lebih Rp1,5 juta sebelum dikurangi berbagai biaya operasional lainnya.
Menurut Dony, pola usaha yang dijalankan petani muda tersebut menunjukkan bahwa pengembangan pertanian dapat dilakukan secara lebih luas. Tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga memperhatikan distribusi, pemasaran, hingga penciptaan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Ini contoh petani milenial yang mampu mengembangkan usaha pertanian secara produktif dan menyerap tenaga kerja,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan pertanian berbasis usaha produktif tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkab Sumedang dalam mendorong regenerasi petani. Upaya itu dilakukan melalui peningkatan keterampilan, penerapan teknologi pertanian, serta perluasan akses pasar dan sumber pembiayaan.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumedang Tono Suhartono sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus membangun kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dan sekolah untuk memperkuat kapasitas generasi muda di sektor pertanian.
“Kita pertama sedang mulai kolaborasi dengan berbagai kampus, terutama petani milenial dan calon petani milenial Gen Z terkait memperkuat kapasitas pemanfaatan teknologi,” ujarnya.
Selain peningkatan kemampuan teknologi, program tersebut diarahkan untuk memperluas akses permodalan sekaligus memperkuat kelembagaan petani. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi sektor pertanian agar mampu menghasilkan produktivitas dan nilai tambah yang lebih besar.
Pengembangan budidaya labu siam di Cibubut menjadi salah satu gambaran bagaimana generasi muda dapat mengambil peran dalam sektor pertanian. Dengan dukungan teknologi, pembiayaan, kelembagaan, dan jaringan pemasaran, komoditas pertanian lokal berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Sumber : Antara









