YBJB Usulkan Museum Batik di Bandung, Angkat Kekayaan Motif dari 27 Daerah di Jawa Barat

- Jurnalis

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) Sendy Dede Yusuf saat Jambore Batik Jawa Barat 2026. Dokumentasi/ Instagram Sendy  Yusuf.

Ketua Umum Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) Sendy Dede Yusuf saat Jambore Batik Jawa Barat 2026. Dokumentasi/ Instagram Sendy Yusuf.

Infobandungnews – BANDUNG – Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) mendorong pembangunan Museum Batik di Kota Bandung sebagai upaya menjaga warisan budaya, memperluas wawasan masyarakat, sekaligus mengembangkan wisata berbasis budaya. Museum ini diharapkan menjadi tempat berkumpulnya berbagai koleksi dan ragam motif batik khas dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Ketua Umum Yayasan Batik Jawa Barat, Sendy Dede Yusuf, mengungkapkan bahwa pendirian museum tersebut merupakan salah satu harapan para pelaku batik yang ingin diperjuangkan melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Keberadaan museum dinilai dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin mengenal kekayaan batik daerah secara praktis tanpa perlu berkunjung langsung ke setiap wilayah.

“Masyarakat pembatik sangat berharap Jawa Barat memiliki Museum Batik Jawa Barat di Kota Bandung,” ujar Sendy dalam sambutan acara Jambore Yayasan Batik Jawa Barat di Hotel Golden Flower, Jalan Sudirman, Kota Bandung, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Ia menerangkan bahwa Jawa Barat mempunyai banyak daerah penghasil batik dengan karakter motif serta nilai filosofis yang berbeda-beda. Keunikan tersebut merupakan hasil kreativitas para perajin dalam mengolah nilai-nilai kearifan lokal menjadi identitas budaya setiap daerah.

Dalam mengembangkan batik lokal, YBJB selama ini menjalin kolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) di berbagai kabupaten dan kota. Salah satu bentuk kegiatannya adalah menyelenggarakan kompetisi desain batik yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk menciptakan motif dengan mengangkat kekhasan daerah masing-masing.

“Motif yang terpilih kemudian ditetapkan sebagai motif khas daerah dan diproduksi oleh perajin setempat. Sejumlah motif juga digunakan sebagai identitas dalam pakaian dinas pemerintah daerah. Seperti yang sudah dilakukan di Kabupaten Karawang,” beber Sendy.

Menurutnya, keberadaan museum nantinya dapat menjadi wadah untuk mengenalkan berbagai hasil karya batik sekaligus mendekatkan masyarakat dengan warisan budaya Jawa Barat. Melalui fasilitas tersebut, beragam motif dari seluruh wilayah dapat dinikmati dan dipelajari dalam satu lokasi.

“Museum ini merupakan salah satu upaya agar masyarakat dapat melihat keindahan dan menikmati keragaman corak serta motif batik dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat,” sahut Sendy.

Baca Juga :  Batik Walk 2026 Jadi Ruang Promosi Wastra Sunda dan Regenerasi Pembatik Muda Jabar

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa museum yang direncanakan bukan sekadar tempat menyimpan maupun memamerkan koleksi batik. Bangunan tersebut juga diharapkan dapat dikembangkan menjadi pusat pembelajaran dan aktivitas membatik, lengkap dengan ruang praktik serta demonstrasi pembuatan batik bagi masyarakat, khususnya kalangan generasi muda.

Dengan konsep edukasi interaktif, pengunjung nantinya tidak hanya melihat hasil akhir sebuah karya batik, tetapi juga berkesempatan menyaksikan proses pembuatannya secara langsung. Pengalaman ini diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman mengenai tahapan membatik, termasuk keterampilan, ketelitian, dan kesabaran yang dibutuhkan untuk menghasilkan kain batik berkualitas.

Di samping fungsi pelestarian dan pendidikan, Sendy memandang museum tersebut berpeluang menjadi daya tarik wisata baru di Kota Bandung. Destinasi ini dapat memperkaya pilihan kegiatan wisatawan yang selama ini berkunjung untuk menikmati aneka kuliner, bermalam di hotel, maupun mendatangi objek wisata lainnya.

“Wisatawan domestik maupun mancanegara dapat datang ke Kota Bandung bukan hanya untuk menikmati kuliner dan menginap di hotel-hotel yang nyaman, tetapi juga untuk melihat serta menikmati kekayaan wastra Indonesia, termasuk batik dan tenun,” tutur Sendy.

Sendy berharap museum tersebut nantinya memberikan ruang bagi wisatawan untuk mengenal batik lebih dekat melalui kegiatan praktik, program edukasi, hingga beragam aktivitas kebudayaan. Dengan begitu, pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan proses produksi sekaligus mengenal para perajin yang menjaga keberlangsungan tradisi membatik.

“Ini berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi para perajin. Peningkatan kunjungan wisata dapat membuka peluang promosi produk, memperluas pasar, serta mempertemukan perajin dengan konsumen dari berbagai daerah dan negara,” tutup Sendy.

Melalui rencana pembangunan Museum Batik Jawa Barat, YBJB berharap pelestarian warisan budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata dan pemberdayaan ekonomi para perajin. Kehadiran museum juga diharapkan memperkuat pengenalan batik Jawa Barat kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

Berita Terkait

Gen Z Mulai Jenuh dengan Smartphone, Ponsel Jadul Kembali Dilirik
Maknai Kesaktian Pancasila, Pendaki Nandi Bawa Pesan Kebangsaan dari Puncak Nusantara
Film “Meong!” Karya Mahasiswa ITB Raih Penghargaan Internasional di Jakarta
Data Desil DTSEN Bisa Diajukan Perubahan Secara Online, Begini Caranya
Bidik Rantai Ekonomi Umrah, Bank BSN Eksplorasi Ekosistem Digital Bersama JARDY Travel
JARDY Travel dan BPRS Harum Hikmahnugraha Perkuat Ekosistem Umrah Berbasis Syariah
Jardy Bangun Ekosistem Inklusif dan Inovatif, Serta Perluas Kiprah di Indonesia
KISAH CENDOL ELIZABETH: DARI GEROBAK KELILING HINGGA MENJADI IKON KULINER BANDUNG

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:09 WIB

YBJB Usulkan Museum Batik di Bandung, Angkat Kekayaan Motif dari 27 Daerah di Jawa Barat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:17 WIB

Gen Z Mulai Jenuh dengan Smartphone, Ponsel Jadul Kembali Dilirik

Rabu, 30 September 2026 - 13:22 WIB

Maknai Kesaktian Pancasila, Pendaki Nandi Bawa Pesan Kebangsaan dari Puncak Nusantara

Rabu, 23 September 2026 - 12:09 WIB

Film “Meong!” Karya Mahasiswa ITB Raih Penghargaan Internasional di Jakarta

Senin, 21 September 2026 - 19:24 WIB

Data Desil DTSEN Bisa Diajukan Perubahan Secara Online, Begini Caranya

Berita Terbaru